JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Kapal Wisata Waduk Gajah Mungkur Butuh Peremajaan

Kapal Wisata Waduk Gajah Mungkur Butuh Peremajaan

482
BAGIKAN
KAPAL WISATA-Kapal wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (WGM) diminati banyak wisatawan. Namun, kondisi kapal sangat memprihatinkan. Foto diambil akhir pekan lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono
KAPAL WISATA-Kapal wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (WGM) diminati banyak wisatawan. Namun, kondisi kapal sangat memprihatinkan. Foto diambil akhir pekan lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Sebanyak lima kapal wisata milik Pemkab yang ada di Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur butuh segera  diremajakan. Pasalnya, sejak pengadaan sekitar tahun 1996 lalu hingga sekarang kapal objek wisata andalan Wonogiri ini tak pernah dilakukan peremajaan.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur, Agus Tri Harimulyanto mengatakan biaya perawatan dan pemeliharaan hanya sekitar Rp 7 juta untuk tahun ini untuk lima kapal. Terlebih, dengan tidak adanya sejumlah satwa di Taman Satwa, praktis hanya kapal wisata yang bisa menarik wisatawan. Untuk bebek air kayuh saat ini sudah sulit beroperasi karena air sudah mulai surut.

“Kalau ditanya cukup atau tidak, jawabnya nombok sudah sering. Yang penting kemanan dan kenyamanan dari kapal terutama saat beroperasi di masa liburan bisa terwujud. Lima kapal dengan budget perawatan senilai itu jelas kurang. Apalagi untuk membeli baru atau membeli lagi yang ukurannya lebih besar,” ujar Agus, Senin (19/8).

Lebaran tahun lalu, Agus menjelaskan, tiga dari lima perahu tidak diperkenankan untuk beroperasi oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) karena butuh diperbaiki. Tahun ini beruntung semua kapal layak jalan. Peremajaan kapal terkendala minimnya sokongan APBD.

Kepala Dishubkominfo, Ismiyanto mengatakan memang potensi angkutan air di Wonogiri secara umum belum begitu mendapat perhatian serius dari Pemkab. Hal ini lah yang kini mulai akan diusahakan untuk dirubah. Di Wonogiri saat ini ada 33 kapal, sebanyak 28 di antaranya kapal wisata (lima milik Pemkab-red) dan satu di antaranya kapal penyebrangan.

“Dengan sejumlah pihak terkait, kami berupaya untuk lebih serius dengan keberadaan angkutan air di Wonogiri,” jelasnya. Eko Sudarsono