Kasus Pembunuhan Anak Punk : Dicekoki Miras dan Digebuki Hingga Tewas

Kasus Pembunuhan Anak Punk : Dicekoki Miras dan Digebuki Hingga Tewas

1310
Penemuan mayat bertato
Penemuan mayat bertato

KLATEN – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Klaten menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Doni Hermawan (18) warga Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, di Kemasan, Jambukidul, Ceper, Sabtu (10/8). Dari hasil reka ulang, polisi memastikan perbuatan tersebut dilakukan secara terencana.

Berdasarkan keterangan pelaku, reka ulang dilakukan di dua tempat yang berbeda. Tempat pertama berlokasi di warung sosis Perempatan Tambakboyo, Pedan yang merupakan tempat keempat pelaku, L alias Panjul, warga Delanggu, Delanggu, W alias Benjo, warga Dukuh, Delanggu, P alias Pugek, warga Jetis, Karangdowo, dan MF yang saat ini masih buron, bertemu dan merencanakan pembunuhan terhadap Doni.

Setelah perencanaan selesai, keempatnya kemudian menjemput korban yang sebelumnya telah dihubungi di traffic light Kepoh, Delanggu. Dengan berboncengan menggunakan dua sepeda motor, kelimanya kemudian menuju areal persawahan di Kemasan, Jambukidul, Ceper.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini, pelaku mengajak korban untuk pesta miras hingga korban mabuk. Dengan alasan akan buang air, Panjul mengambil balok kayu yang telah diselipkan di motor tigernya. Panjul lantas memukulkan balok kayu berukuran sedang itu ke kepala Doni. Korban yang membelakangi pelaku langsung tersungkur setelah kepala bagian belakangnya terpukul balok kayu. Mengetahui korban tersungkur, pelaku lainnya tak tinggal diam dan ikut memukuli serta menginjak badan korban hingga tak berdaya.

Setelah korban tersungkur dan tak bergerak, keempat pelaku langsung menyeret tubuh korban dan membuangnya di tengah ladang tembakau. Panjul sempat memukul lagi kepala korban beberapa kali. Setelah dipastikan korban sudah tidak bernyawa, para pelaku baru meninggalkan lokasi kejadian, dan membuang kayu yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban tak jauh dari TKP.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Kapolres Klaten AKBP Y Ragil Heru Susetyo melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Danu Pamungkas mengungkapkan, dalam rekonstruksi diperagakan sebanyak 15 adegan, delapan di warung sosis serta tujuh di TKP pembunuhan. Dari rekonstruksi yang dilakukan, dapat dipastikan perbuatan keempat pelaku merupakan pembunuhan berencana. “Dari hasil rekonstruksi dapat disimpulkan jika kejadian tersebut merupakan pembunuhan berencana, para pelaku terancam pasal berlapis terutama pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan yang direncanakan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” ungkap Danu.

Ketiga pelaku, yakni Panjul, Benjo, dan Pugek ditangkap tujuh jam setelah jasad Doni ditemukan warga tergeletak di tengah sawah. Sementara MF hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Angga Purnama

BAGIKAN