JOGLOSEMAR.CO Foto Kasus Suap di SKK Migas, Aktor Intelektual di Tangan KPK

Kasus Suap di SKK Migas, Aktor Intelektual di Tangan KPK

374
BAGIKAN
Joglosemar/Yuhan Perdana SUAP MIGAS-Salah seorang mahasiswa mengenakan topeng Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini sebagai bentuk kritikan atas kasus korupsi yang semakin menggerogoti negeri ini di jembatan Sriwedari, Minggu (18/8).
SUAP MIGAS-Salah seorang mahasiswa mengenakan topeng Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini sebagai bentuk kritikan atas kasus korupsi yang semakin menggerogoti negeri ini di jembatan Sriwedari, Foto diambil Minggu (18/8). Joglosemar/Yuhan Perdana

JAKARTA –Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan, dugaan suap di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mulai menemukan titik terang setelah ditemukannya  sejumlah bukti di saat menggeledah kantor SKK Migas dan Kementrian ESDM.

“Bukti-bukti atau dokumen-dokumen yang didapatkan dari hasil penyitaan itu setidaknya dapat dijadikan bukti-bukti  signifikan untuk membongkar kasus korupsi di institusi SKK Migas,” ujar Abraham Samad di Jakarta, Senin (19/8).

Samad belum bisa memastikan apakah bukti-bukti tersebut mengarah ke salah satu partai politik, namun menurutnya, KPK sudah mengantongi nama aktor intelektual di belakang korupsi di SKK Migas ini.

“Bukti-bukti menjadi terang  dan semakin signifikan untuk membongkar aktor intelektual dalam kasus korupsi di institusi SKK Migas ini,” tegasnya.

Samad mengatakan, saat ini sedang dilakukan verifikasi oleh penyidik KPK. Bukti-bukti atau dokumen-dokumen yang didapat dari hasil penyitaan itu dapat disebut sebagai bukti yang sangat signifikan untuk membongkar kasus korupsi di institusi SKK Migas.

Sementara itu KPK mengimbau mantan Rudi Rubiandini untuk  bersikap terbuka saat memberi keterangan suap yang dia terima dari Komisaris PT Kernell Oil, Simon Tanjaya.

“R (Rudi) kurang kooperatif. Yang bersangkutan masih tertutup. Dia (Rudi) memahami hanya menerima pemberian saja,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

Meski KPK tidak mengejar pengakuan Rudi semata, menurut Johan, Rudi bakal merugi bila berkukuh tertutup. Sebab kata Johan, KPK berkeyakinan Rudi tidak melakukan perbuatan tercela itu sendirian.

“Ia rugi sendiri, kalau dia tertutup tidak mengakui. Beban tuduhan itu berhenti pada dia. Praktek dugaan korupsi biasanya tidak dilakukan pelaku tunggal, ya tidak sendirian,” ujar Johan.

Dalam kasus ini, KPK menangkap Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini. Ia diduga menerima uang dari Simon selaku petinggi Kernel Oil terkait pengurusan Migas di SKK Migas. Rudi ditangkap oleh satgas KPK setelah diduga menerima uang 400 Dollar Amerika pada Rabu (13/8).

Akibat kasus itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik turut terseret dalam pusara kasus itu. Konon, Jero Wacik selaku Ketua Komite Pengawas SKK Migas disebut-sebut ikut terlibat praktik tercela Rudi dan mengalirkan dana yang dia peroleh ke Konvensi Partai Demokrat.

Menurut Johan, penyidik memang meyakini ada pihak lain dari penyelenggara negara yang turut bekerja sama di kasus SKK Migas. Dia menyatakan tim penyidik sedang menggali bukti lain keterlibatan pihak lain tersebut. * Okezone | Detik