JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Kebakaran Toko Mebel Mulya Bukan Sabotase

Kebakaran Toko Mebel Mulya Bukan Sabotase

394
BAGIKAN
OLAH TKP-Tim Labfor Cabang Semarang tengah melakukan olah TKP kebakaran Toko Mebel Mulya di Jalan Pandanaran, Rabu (31/7). Joglosemar|Ario Bhawono
OLAH TKP-Tim Labfor Cabang Semarang tengah melakukan olah TKP kebakaran Toko Mebel Mulya di Jalan Pandanaran, Rabu (31/7). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Penyebab kebakaran yang meludeskan Toko Mebel Mulya di Jalan Pandanaran 325 atau depan Pasar Sunggingan bukan karena sabotase. Dugaan awal penyelidikan polisi mengarah pada konsleting listrik.

Demikian diungkapkan Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Dwi Haryadi, Kamis (1/8). Meski demikian menurut Kasat, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim ahli dari Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Semarang. “Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara ini dari pengamatan awal tidak ada yang mengarah ke sabotase, indikasi awalnya karena konsleting listrik,” ungkap Kasat.

Sedangkan untuk hasil Labfor pihaknya sejauh ini masih menunggu mengingat proses laboratorium memerlukan waktu. Tim Labfor sendiri menurut dia sudah mendatangi TKP kebakaran kemarin. Tim tersebut dipimpin AKBP Rini Puji Astuti, Kasubid Fisika Komputer dan Forensik (Fiskomfor) Labfor Cabang Semarang.

Penyelidikan Tim Labfor di antaranya untuk memastikan titik awal munculnya api. Terkait ini menurut AKBP Rini Puji Astuti, pihaknya sudah mengambil beberapa barang bukti untuk keperluan penyelidikan, di antaranya yakni abu arang dan sejumlah kabel listrik. Barang bukti yang dibawa tersebut akan diteliti di laboratorium dan hasilnya baru akan diketahui sekitar seminggu ke depan. Rini sendiri menyatakan belum dapat memastikan penyebab kebakaran toko mebel tersebut lantaran harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. “Diperiksa dulu di laboratorium baru nanti sekitar semingguan dapat ketahuan penyebabnya,” jelas dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya kebakaran hebat meludeskan Toko Mebel Mulya milik Sutarno, Rabu (31/7) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Menurut Sutarno sendiri, pihaknya menyangsikan kebakaran karena konsleting. Pasalnya saat kebakaran, lampu baik di luar maupun di dalam rumah masih menyala. Saat kebakaran terjadi, keluarga Sutarno sedang sahur bersama di dalam rumah, yang berdampingan dengan toko. Mestinya jika terjadi konsleting, lampu-lampu tersebut harusnya mati. Ario Bhawono