JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Kebutuhan Air Mendesak, Proyek Banyutowo Jalan di Tempat

Kebutuhan Air Mendesak, Proyek Banyutowo Jalan di Tempat

578
BAGIKAN
BANYUTOWO-Air meyembul dari daratan menuju tepi laut di wilayah Desa/Kecamatan Paranggupito. Salah satu warga Dusun Bandungan melihat ke arah sembulan air sumber yang berdebit sekitar 800 liter per detik, beberapa waktu lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono
BANYUTOWO-Air meyembul dari daratan menuju tepi laut di wilayah Desa/Kecamatan Paranggupito. Salah satu warga Dusun Bandungan melihat ke arah sembulan air sumber yang berdebit sekitar 800 liter per detik, beberapa waktu lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Proyek pengangkatan sumber air Banyutowo di wilayah Kecamatan Paranggupito hingga saat ini jalan di tempat. Belum ada kepastian kapan akan mulai dikerjakan meski anggaran proyek sudah disetujui Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral, Arso Utoro mengatakan meski begitu, pihak Dirjen Pekerjaan umum rencananya akan melihat ke lokasi langsung awal bulan September nanti. Namun belum ada kepastian dan kejelasan hingga sekarang.

“Justru pihak PU mulai menanyakan. Dari pihak BBWSBS beralasan karena banyaknya proyek sejumlah waduk yang juga butuh pembuatan Detail Engineering Design (DED), jadi menunggu,” ujar Arso, Selasa (27/8).

Dikatakan Arso, kalau dirunut ke belakang, setelah dana proyek sumber air Banyutowo yang kami usulkan sekitar Rp 26 miliar disetujui pusat akhir tahun 2012 lalu, direncanakan tahun 2013 akan dimulai pembuatan DED, kini rencana itu mundur lagi. Jika jadi maka akan dimulai tahun 2014. Padahal perjuangan pengusulan proyek ini sudah lama dan dinanti-nanti. Pengangkatan sumber air Banyutowo sangat mendesak.

“Dirjen PU sendiri ingin tahu apakah debit di sumber itu memang besar. Debit air yang keluar ke pantai itu sekitar 800 liter per detik. Rencana, jika air sudah diangkat bisa dikelola oleh PDAM karena jatuhnya akan lebih murah dibanding dengan membeli tangki air,” jelasnya.

Ia mengatakan, sedikitnya ada empat desa di Paranggupito dan satu desa di Giritontro bisa tercukupi kebutuhan airnya jika sumber Banyutowo ini diangkat.

Direktur Utama PDAM Giri Tirta Sari, Sumarjo didampingi Kasubbag Pelayanan Pelanggan Hendro Setyatmoko mengatakan untuk instalasi PDAM di Sumber Waru, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, saat ini hanya mampu melayani sekitar 325 pelanggan di lima desa. Itu pun aliran terkadang mati dan menyala akibat bergiliran.

Sumarjo menambahkan, pengadaan air baku sebenarnya tugas dari Pemkab dan PDAM tingggal menjalankan. Pemahaman itu yang selama ini belum diketahui. Kita hanya operator, yang menyediakan air baku tugas Pemkab. Itu diatur dalam Undang-Undang (UU) tentang sarana penyediaan air minum.

“Jika Pemkab dan PDAM bisa mengacu dari isi dari UU tersebut, kebutuhan air baku di daerah rawan air bersih akan terealisasi dengan baik,” katanya. Eko Sudarsono