Kekeringan, Harga Air Bersih Di Lereng Merapi Naik

Kekeringan, Harga Air Bersih Di Lereng Merapi Naik

382
DROPING AIR - Seorang bocah bermain di truk tanki air yang mendistribusikan air bersih di Desa Sidorejo, Kemalang, Jumat (23/8). Joglosemar/Angga Purnama
DROPING AIR – Seorang bocah bermain di truk tanki air yang mendistribusikan air bersih di Desa Sidorejo, Kemalang, Jumat (23/8). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Memasuki musim kemarau tahun ini, warga lereng Gunung Merapi mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kesulitan ini, justru air bersih yang biasanya dibeli warga, harganya juga naik.

Warga Dukuh Bangun, Desa Sidorejo, Kemalang, Mardiwiyono mengatakan untuk membeli satu tangki air yang berisi 5.000 liter warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 180.000, padahal sebelum kekeringan harga per tangki hanya Rp150.000 hingga Rp160.000. Jumlah tersebut hanya dapat dimanfaatkan warga kurang dari sebulan.

Kondisi tersebut dipersulit dengan antrean panjang saat membeli air. Pasalnya, hampir semua warga di desa tersebut membeli air dari tangki swasta yang jumlahnya hanya sedikit. “Untuk membeli air bersih tangki swasta juga harus mengantre berminggu-minggu. Selama menunggu antrean itu, kami terpaksa mengangsu ke sungai sejauh satu kilometer,” ujar Mardiwiyono kepada wartawan, Jumat (23/8).

Baca Juga :  Kedok Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Terbongkar Gara-gara Kecelakaan di Jalan Raya Sukowati

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung dalam sebulan terakhir. Sebagian besar warga telah kehabisan stok air bersih di bak penampungan mereka. “Hujan sudah tidak turun, cari air juga sulit. Kami terpaksa membeli air, itupun masih harus antre dengan warga lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto, mengatakan terdapat sekitar 33 desa yang tersebar di lima kecamatan terancam kekeringan. Di antaranya Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, Karangnongko, Tulung dan Jatinom. Ia mengatakan daerah-daerah tersebut akan menjadi sasaran utama droping air bersih. Droping air tersebut rencananya akan dilakukan dalam beberapa tahap pendistribusian. Pada tahap pertama, droping air dilakukan di daerah lereng Gunung Merapi. “Droping air bersih tahap pertama ini ada enam tangki atau 30.000 liter air bersih untuk tiga desa di lereng Gunung Merapi, yakni Desa Sidorejo, Tegalmulyo, dan Tlogowatu, Kecamata Kemalang,” ujarnya kepada wartawan di lokasi droping air di Desa Sidorejo, Kemalang.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

Menurutnya, droping air tersebut dilakukan mulai dari daerah dengan level kekeringan yang tinggi seperti Desa Sidorejo, Tlogowatu, dan Tegalmulyo. Selanjutnya, droping air bersih dilanjutkan ke desa-desa lain. Setiap desa akan mendapatkan jatah 10 tangki air bersih. Meski demikian jatah droping melihat skala prioritas. “Saat ini tim telah melakukan pengecekan ketersediaan air di desa-desa rawan kekeringan. Jika di salah satu desa sasaran ada yang masih memiliki ketersediaan air cukup, maka bantuan akan dialihkan ke desa yang lebih membutuhkan,” ujar Sri Winoto.

Ia menambahkan, memasuki musim kemarau ini, Pemkab Klaten menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta untuk droping air bersih ke daerah-daerah rawan kekeringan. Diharapkan droping air bersih tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Angga Purnama

BAGIKAN