Kemarau, Kera Mulai Turun Gunung

Kemarau, Kera Mulai Turun Gunung

329
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Musim kemarau membuat kera di wilayah pegunungan di Wonogiri kembali turun gunung dan berulah. Setidaknya di wilayah Kecamatan Wonogiri dan Manyaran sudah menjadi sasaran kera.

Warga Lingkungan Joho Lor, Kelurahan Giriwono, Kecamtan Wonogiri Kasino (40) mengatakan  kera sudah tidak hanya turun ke pekarangan saja, tapi sudah ada yang masuk ke rumah. Kebiasaan kera turun gunung ini sudah sering terjadi puluhan tahun terutama ketika terjadi musim kemarau.

“Kera sudah sampai masuk ke warung mengambil makanan. Sayur oseng saya dimakan. Yang lihat salah satu pekerja saya saat bersih-bersih. Bahkan kami tidak berani mengusir kera karena takut,” ujar Kasino, Jumat (23/8).

Dikatakan Kasino, kawanan kera datang dengan membawa sejumlah teman. Satu kawanan kera bisa terdiri dari 50 ekor. Kami berusaha mengusir kera dengan membunyikan petasan dan ketapel. Tetapi, apa harus selalu melakukan itu setiap hari.

Hal sedana diungkapkan Budi Hardono, Kepala Des Sendang. Menurut dia, kebanyakan kera yang turun merupakan jenis kera ekor panjang. “Kalau sudah begitu warga memilih tidak menanami lahan mereka yang dekat bukit. Tidak ditunggu sama saja dengan membuang tanaman karena akan habis sebelum dipanen. Dengan bantuan anjing pun kini sudah seperti tidak begitu takut,” jelas dia.

Ia mengaku, situasi seperti ini sudah lazim terjadi tiap tahun. Yang penting kawanan kera tidak membuat luka warga seperti sejumlah kejadian beberapa tahun lalu. Kera menyerang ketika ada salah satu anggota kawanan yang tersakiti oleh manusia atau saat pengusiran.

“Mau tidak mau, pohon buah di gunung makin sedikit karena banyak ditebang. Kera tentu mencari makan,” pungkasnya.

Kades Bero, Roh Edy Wibowo mengatakan di empat dusun di Desa Bero, Kecamatan Manyaran juga menjadi  langganan kera turun gunung.

“Sudah mulai turun sejak dua pekan lalu. Sama juga, lahan dibiarkan bero dari pada tidak panen. Kalaupun ada yang panen, harus siap menunggu ladang dari pagi sampai malam,” kata dia. Eko Sudarsono

BAGIKAN