JOGLOSEMAR.CO Foto Kementerian Perhubungan: Bus Wonogiri Kalah Layanan

Kementerian Perhubungan: Bus Wonogiri Kalah Layanan

6365
BAGIKAN
BIKIN JENGKEL- Bus Agra Mas dari Jakarta ini dinyatakan pihak Organda Wonogiri terlalu banyak menambah armada bus yang masuk ke Wonogiri sehingga membuat jengkel pengusaha lokal, Selasa (13/8).  Joglosemar | Eko Sudarsono
BIKIN JENGKEL- Bus Agra Mas dari Jakarta ini dinyatakan pihak Organda Wonogiri terlalu banyak menambah armada bus yang masuk ke Wonogiri sehingga membuat jengkel pengusaha lokal, Selasa (13/8). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI- Bus asal Wonogiri dinilai kalah dalam hal pelayanan kepada para penumpang, jika dibandingkan dengan bus dari luar Wonogiri, terutama Jakarta dan Semarang. Oleh karena itu, bus asal Wonogiri harus meningkatkan pelayanannya.

Hal itu disampaikan Subroto, Kasubdit Angkutan Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan seusai rapat dengan pihak Organda Wonogiri, pengusaha bus Wonogiri, dan Bupati Danar Rahmanto, di Rumah Dinas Bupati, Selasa (13/8).

“Dari sisi pengalaman dalam berwirausaha di bidang angkutan darat berupa bus, pengusaha di sini sudah pengalaman. Kalau tidak lagi sejaya dulu, karena memang tidak dibarengi dengan pelayanan kualitas layanan. Agar bisa seperti dulu, ya harus mengubah kualitas layanan,” terang Subroto.

Dirinya optimistis, pengusaha bus di Wonogiri mampu melakukan itu. Soal armada bus dari luar Wonogiri yang banyak masuk saat Lebaran tanpa kulanuwun, ia mengatakan pihak terkait di kabupaten harus bisa tegas menindak.

Bahkan, pihak kepolisian pun menurutnya bisa terlibat di dalamnya karena bus-bus seperti itu tidak jarang melewati jalan yang tidak seharusnya dilewati. “Semua pihak harus bersatu agar bus-bus nakal yang masuk tanpa kulanuwun itu bisa hilang secara bertahap,” jelasnya.

Menurutnya, titik-titik yang sering menjadi tempat ngetem bus-bus nakal harus dievaluasi tiap tahun. “Pihak Dinas Perhubungan (Dishubkominfo-red) punya wenang untuk itu,” tegasnya.

Sementara itu salah satu pengusaha bus, Mulyadi mengatakan, dirinya mendapati ada dua bus Agra Mas yang menuju wilayah Karanganyar melalui Ngadirojo. Padahal jalan itu bukan rute trayek dan kelas jalan juga tidak siap untuk dilalui bus. “Kan berpotensi merusak jalan. Selain itu juga mengganggu aktivitas angkutan perdesaan. Kami harap ada penertiban,” jelas dia.

Ketua DPC Organda Wonogiri, Edy Purwanto, bus Agra Mas juga mengeluhkan tentang banyaknya bus Agra Mas yang masuk ke Wonogiri. Menurutnya harus ada toleransi. “Ini trayek 16 bus tapi yang masuk menurut data kami ada 30-an bus. Kan merampas hak pengusaha lokal. Pengusaha bus bisa panen kan hanya saat Lebaran saja. Kalau bus lain yang dari  luar, penambahan kami rasa masih wajar,” tegas dia. Eko Sudarsono