Ketersediaan Wifi Area Minim Sosialisasi

Ketersediaan Wifi Area Minim Sosialisasi

525
KURANG SOSIALISASI - Warga Klaten memanfaatkan fasilitas Wifi gratis di kawasan Alun-alun, Kamis (29/8). Tersedianya fasilitas tersebut masih minim sosialisasi. Joglosemar/Angga Purnama
KURANG SOSIALISASI – Warga Klaten memanfaatkan fasilitas Wifi gratis di kawasan Alun-alun, Kamis (29/8). Tersedianya fasilitas tersebut masih minim sosialisasi. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN –  Program Klaten Go Online yang dicanangkan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dengan peluncuran balon Wifi dinilai minim sosialisasi. Pasalnya, banyak warga Klaten yang tidak mengetahui keberadaan hotspot area tersebut.

Padahal, Pemkab Klaten telah memasang dua balon Wifi yang dipasang di area Kantor Pemda Klaten dan kawasan Alun-alun. Kedua balon Wifi tersebut dilengkapi dengan akses internet yang mumpuni. Meski keberadaannya telah dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, namun masih banyak warga Klaten yang tidak mengetahui.

Salah satu warga, Ignatius Amarta, mengatakan akses Klaten Go Online semestinya disosialisasikan secara meluas. Pasalnya selama ini informasi hanya menggunakan jejaring sosial twitter saja. “Jadi yang tahu hanya kalangan terbatas saja. Padahal tidak semua kalangan aktif menggunakan twitter, sehingga tidak tahu adanya program ini,” kata warga Kebonarum saat ditemui Joglosemar di kawasan Alun-alun, Rabu (29/8).

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Warga lainnya, Arifin, mengatakan meski sudah mengetahui adanya akses Wifi di Alun-alun, ia masih kebingungan saat mengakses. Pasalnya ia tidak mengetahui area mana saja yang dapat digunakan. Menurutnya, semestinya di kawasan luas seperti Alun-alun ada banner atau penanda keberadaan Wifi. Sehingga warga yang berada di kawasan Alun-alun dapat mengetahuinya. “Kalau tidak ada tandanya, warga yang nongkrong di sini belum tentu tahu kalau ada akses Wifi gratis,” kata warga Ceper itu.

Sementara itu, Koordinator Broadband Learning Center (BLC) Telkom Klaten, Suwandono mengatakan upaya sosialisasi keberadaan wifi sudah dilakukan. Sosialisasi paling banyak melalui media jejaring sosial lantaran dinilai sebagai promosi yang efisien. Hal tersebut terbukti dengan pengakses jaringan balon Wifi mencapai 700 pengguna setiap harinya. “Bahkan hingga mencapai 2.000 lebih pengakses pada saat weekend. Angka ini membuktikan sudah banyak warga yang mengetahui keberadaan program ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Selain itu, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan berupa pencurian dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, ia mengungkapkan jaringan tersebut dapat menjangkau hingga 30 kilometer. “Namun untuk mengaksesnya tergantung pada perangkat penerima jaringannya. Namun akses ini dapat digunakan di seluruh kawasan Alun-alun dan Pemda,” paparnya. Angga Purnama

BAGIKAN