Ketika Asma Menyerang

Ketika Asma Menyerang

668

Woman Using an Inhaler --- Image by © Royalty-Free/CorbisMempunyai penyakit asma tentu membuat seseorang merasa tidak nyaman bukan? Setiap kali orang dengan asma harus merasakan sesak di dada.  Tapi memang tidak ada pilihan, karena penyakit ini adalah penyakit bawaan dan sulit dihilangkan. Namun demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya Asma tidak kembali kambuh.

Dokter Umum Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Surakarta, Dr Fina Listiyani menjelaskan, penyakit Asma berasal dari kata asthma yang diambil dari bahasa Yunani yang artinya sulit bernapas. Asma merupakan gangguan pernapasan khususnya pada paru-paru. Asma banyak dikenal dengan penyakit sesak napas.  Sesak nafas ini timbul akibat adanya penyempitan pada saluran pernapasan karena adanya aktivitas berlebih yang mengakibatkan suatu rangsangan tertentu, sehingga terjadi peradangan dan penyempitan pada pembuluh darah dan udara yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada. “Seseorang yang menderita sesak napas atau asma ini sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala dengan atau tanpa bantuan obat, tetapi bisa kambuh kembali,” ungkapnya.

Dikatakannya, gejala awal timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi  (bengek). Sesak nafas ini timbul akibat adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat. “Inilah kemudian yang menyebabkan sesak nafas,” terang dia.

Dijelaskannya, penyakit asma bisa timbul kapan saja mulai dari masa kanak-kanak sampai orang dewasa. Jika timbul pada masa anak-anak penyakit asma ini bersifat kronis. Bila salah satu orang tua seorang anak mengidap penyakit asma besar kemungkinan anak juga akan menderita asma yang risikonya tiga kali lipat lebih besar daripada orang tuanya. Sedangkan apabila kedua orang tua menderita asma, maka anak juga akan menderita asma enam kali lebih besar risiko dari penyakit asma dibanding orang tuanya. “Penyakit ini merupakan penyakit bawaan,” jelasnya.

Dijelaskannya, Asma bisa muncul pertama kali di usia berapa pun, bisa pada saat anak-anak maupun saat remaja. Timbulnya sesak nafas ini biasanya dengan penyebab. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab Asma berbeda-beda untuk masing-masing penderita. Tetapi beberapa hal yang bisa menjadi penyebab antara lain adanya infeksi seperti batuk pilek. Asma juga bisa muncul saat cuaca dingin, saat penderita kecapekan, stres, akibat debu ataupun akibat meminum obat tertentu. “Asma biasanya akan muncul akibat adanya pencetus tertentu,” terang dia.

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada obat yang cocok untuk mengatasi atau menyembuhkan asma. Pengobatan para penderita asma biasanya dilakukan dengan cara pemberian oksigen atau alat bantu untuk mengatasi asma (spray asthma), pengobatan herbal dan lainnya. Namun dari banyaknya kasus para penderita asma, pengobatan ditentukan oleh tingkat keparahan asma yang diidap seseorang yang kemudian akan berkurang seiring bertambahnya usia. “Pengobatan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan penderita Asma,” jelasnya.

Diungkapkannya, jika diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya, Asma terdapat empat golongan. Tingkat keparahan pertama adalah insermitter, pada tingkatan ini, jika ada serangan Asma hanya berlangsung sebentar saja. Frekuensi gejala yang timbul bisa terjadi lebih dari sekali dalam satu minggu dan biasanya kambuh pada malam hari. “Tetapi frekuensi serangan biasanya tidak lebih dari dua kali dalam sebulan,” paparnya.

Tingkatan keparahan Asma berikutnya disebut Persisten. Pada tingkatan ini, frekuensi timbul gejala bisa lebih dari sekali dalam sepekan, sedangkan frekuensi kambuh bisa lebih dari dua kali sebulan. Jika sedang terjadi serangan pada tingkatan ini, terkadang bisa sampai mengganggu aktivitas.

Tingkatan keparahan Asma yang berikutnya adalah tingkat sedang dan tingkat parah. Pada tingkat sedang, gejala asma timbul setiap hari hingga mengganggu aktivitas dan mengganggu tidur. Frekuensi kambuh bisa lebih dari sekali dalam seminggu. Pada tingkatan ini, biasanya penderita sudah sangat tergantung dengan obat.

Sedangkan tingkatan terakhir yakni tingkatan terberat yakni asma bisa dikatakan sudah berat. Pada tingkat yang berat ini, gejala timbul hampir setiap hari. Aktivitas fisik setiap hari terganggukan terbatas. Bahkan penderita asma berat ini tidak bisa melakukan aktivitas fisik seperti orang normal.  “Pada kondisi ini memang penderita tidak bisa melakukan aktivitas seperti orang normal,” katanya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR