JOGLOSEMAR.CO Foto Kios Buku Darurat Dibangun

Kios Buku Darurat Dibangun

401

Pemkot Tak Berikan Kompensasi Pada Korban Kebakaran

KIOS DARURAT--Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan kios darurat yang akan digunakan oleh pedagang buku yang kiosnya terbakar di pusat penjualan buku murah belakang Sriwedari, Solo, Senin (5/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KIOS DARURAT–Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan kios darurat yang akan digunakan oleh pedagang buku yang kiosnya terbakar di pusat penjualan buku murah belakang Sriwedari, Solo, Senin (5/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BALAIKOTA-Pemkot Surakarta mulai mendirikan kios darurat bagi korban kebakaran kios buku Sriwedari, Senin (5/8). Pembangunan kios darurat tersebut bagian dari komitmen Pemkot untuk melestarikan aktivitas pedagang kawasan mburi Sriwedari (Busri) dalam menjual buku loak atau bekas.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pembangunan pasar darurat bagi korban kebakaran sudah didirikan mulai hari ini (kemarin-red). Pembangunan kios darurat diperuntukkan bagi 22 kios dengan menggunakan dana tidak terduga senilai Rp 80 juta. Kemudian, untuk pembangunan kios permanen sudah menghitung membutuhkan dana Rp375 juta.

“Dana pembuatan kios permanen membutuhkan dana Rp 375 juta akan diajukan di APBD-P 2013 dan APBD 2014,” ujar Rudy, Senin (5/8).

Dikatakan Rudy, detail engineering design (DED) kios permanen tersebut telah disusun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengguna anggaran. Keberadaan kios permanen Pemkot berani menjamin lebih representatif dan terintegrasi dengan kawasan sekitar.

“Jadi pedagang tak usah takut adanya penataan kawasan Sriwedari akibat proyek Museum Keris dan Koridor Bhayangkara tak mempengaruhi keberadaan kios Sriwedari,” katanya.

Disinggung soal adanya permintaan kompensasi bagi korban kebakaran, Rudy menegaskan tak akan mungkin bisa direalisasikan. Pasalnya, jika kompensasi direalisasikan bagi pedagang buku Sriwedari sudah pasti akan menimbulkan kecemburuan di antara pedagang yang tidak menjadi korban. Terlebih pemberian bantuan ini juga terkendala regulasi.

“Daripada timbul kecemburuan di antara para pedagang di sana, mending dibikinkan kios baru saja lebih dibutuhkan,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Suharto menambahkan, penentuan lokasi kios darurat tetap berada di lokasi Sriwedari yakni di sebelah timur eks kantor Dinas Pendudukan Catatan dan Sipil (Dispendukcapil) atau tepatnya di Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Kebangkitan Nasional. Demikian soal permintaan bantuan berupa kompensasi tidak serta merta bisa direalisasikan karena tidak ada yang mengatur.

“Kalau hanya sekedar memberikan bantuan logistik bisa diusahakan. Tetapi jika permintaan kompensasi tak bisa diwujudkan karena regulasinya tidak ada,” kata Budi,

Budi menambahkan, Pemkot akan tegas menyapu bersih hunian liar di kawasan Sriwedari tanpa kecuali. Untuk membersihkan kawasan dari hunian akan meminta dinas terkait mengecek sertifikat hak pakai (SHP) kios Busri untuk mengantisipasi penyelewengan.

“Fatal jika hunian liar di sana terus dibiarkan menjadi persoalan tersendiri di kemudian hari dan Pemkot mengantisipasi sejak dini,” tegasnya.  * Muhammad Ismail

BAGIKAN