JOGLOSEMAR.CO Foto Kios Buku Darurat Siap Dibangun, Warga Hunian Terancam

Kios Buku Darurat Siap Dibangun, Warga Hunian Terancam

267
BAGIKAN
MENGAIS SISA-SISA KEBAKARAN--Pedagang di pusat penjualan buku murah di Kawasan Sriwedari mengais sisa-sisa buku dagangan mereka yang telah terbakar, Kamis (1/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENGAIS SISA-SISA KEBAKARAN–Pedagang di pusat penjualan buku murah di Kawasan Sriwedari mengais sisa-sisa buku dagangan mereka yang telah terbakar, Foto diambil Kamis (1/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Pemkot Surakarta siap membangun kios buku darurat bagi para pedagang buku yang kiosnya terbakar, Rabu (31/7) lalu. Kios darurat bakal dibangun di sisi timur eks gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), beberapa puluh meter di sebelah barat lokasi kebakaran.

Untuk merealisasikan kios darurat dan membangun kios permanen di lokasi semula, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp 500 juta.  Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, Pemkot membangun kios buku darurat Sriwedari itu sebagai lokasi sementara agar pedagang bisa terus berjualan.

Tempat yang nantinya dijadikan pasar darurat ditentukan di kawasan sebelah timur eks kantor Dispendukcapil atau tepatnya lokasi yang menghubungkan Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Kebangkitan Nasional.

“Fokus Pemkot pasar darurat bagi korban kebakaran. Setelah itu membuat pembuatan kios permanen,” ujar Rudy, Jumat (2/8).

Dikatakan Rudy, anggaran yang digunakan untuk pembuatan pasar darurat dan perbaikan kios permanen sekitar  Rp 500 juta. Dana pasar darurat diambilkan pos anggaran tidak terduga. Sedangkan toko permanen diambilkan di APBD-Perubahan 2013. Namun sebelum pembuatan toko permanen dilakukan lebih dulu pembuatan Detail Engineering Design (DED).

Disinggung mengenai keberadaan hunian liar di kawasan Sriwedari, Rudy menegaskan pihaknya akan melakukan pendataan pada kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana. Pendataan akan melibatkan camat dan lurah setempat. Tujuan pendataan tidak lain untuk mengetahui apakah warga yang tinggal tersebut warga KTP Solo atau bukan.

“Bagi warga asli Solo akan memasukkan mereka daftar tunggu penghuni Rusunawa. Namun, bagi warga yang bukan asli Solo akan dikembalikan ke daerah asal,” katanya.

Menurut Rudy, kawasan Sriwedari tidak boleh ada hunian karena di sana masuk kawasan sengketa antara Pemkot dan ahli waris Sriwedari. Jadi patut jadi pertanyaan kenapa di sana sampai ada hunian yang begitu banyak dan sudah bertahun-tahun. Dengan adanya pendataan tersebut nantinya akan diketahui kepada siapa mereka menyewa tanah dan mendirikan bangunan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Widdi Srihanto menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pedagang untuk persiapan relokasi pedagang buku ke pasar darurat. Pemilihan pasar darurat juga sudah melibatkan pedagang dan paguyuban. Luasan pasar darurat  2×2 meter sama dengan kios mereka yang terbakar.

“Soal keberadaan hunian liar kami tidak tahu dan mendukung upaya Walikota melakukan pendataan. Kami hanya menangani kios buku sepanjang jalan Kebangkitan Nasional,” katanya.  * Muhammad Ismail