JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kios Buku Sriwedari Digelontor Rp 450 Juta

Kios Buku Sriwedari Digelontor Rp 450 Juta

230

“Kiosnya dibuat permanen, tetapi dilarang untuk tempat tinggal”

Fx Hadi Rudyatmo
FX Hadi Rudyatmo
Walikota Surakarta

KARANGASEM – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati alokasi anggaran untuk pembangunan kios permanen untuk pedagang buku belakang Sriwedari mencapai Rp 450 juta.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 450 juta untuk pembangunan kios buku belakang Sriwedari. Kiosnya dibuat permanen, tetapi dilarang untuk tempat tinggal,” kata Walikota FX Hadi Rudyatmo, saat ditemui usai Rapat Paripurna Laporan Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA PPAS), di Graha Paripurna, Kamis (15/8).

Anggaran itu difokuskan untuk pembangunan kios buku yang terbakar belum lama ini. Dia optimistis, pembangunan 22 kios itu bisa diselesaikan dalam sisa Tahun Anggaran 2013 yang tinggal tiga bulan.

Dia juga memastikan pembangunan kios permanen itu tak bermasalah. Sebelumnya, sejumlah kalangan khawatir pembangunan kios akan sia-sia karena masih menempati tanah Sriwedari yang hingga kini masih dalam sengketa.

“Lahan yang dipakai kios itu bukan tanah sengketa. Lokasinya itu berada di tanah negara, di luar Tanah Sriwedari. Jadi, tak ada masalah kalau dijadikan permanen. Tetapi kami ingatkan, kios hanya untuk berdagang, bukan untuk hunian,” kata dia.

Rudy menegaskan, akan menertibkan penghuni di kios-kios tersebut. Dia juga menawarkan, agar mereka mendaftar untuk masuk ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang segera dibangun kembali.

Ditanya soal alih pengelolaan, Rudy mengatakan hal itu mungkin saja dilakukan. Tetapi hal itu baru bisa dilakukan setelah ada perubahan Surat Keputusan (SK) Walikota yang mengatur masalah tersebut. Dia menarget pengalihan pengelolaan bisa dilakukan pada 2014.

“Dulu para pedagang ini menempel di pagar Sriwedari, sehingga pengelolaan diserahkan ke Disbudpar. Kalau memang dinilai lebih tepat ke DPP (Dinas Pengelola Pasar) yang nanti tinggal diganti SK-nya,” kata dia.

Dia menambahkan, pembangunan tersebut akan menjadi langkah awal penataan pedagang yang berada di kawasan Sriwedari. Nantinya perbaikan perbaikan kios juga akan menyentuh seluruh kios buku yang ada, termasuk perajin pigura.

Wakil Ketua DPRD Supriyanto sepakat dengan rencana pembangunan kios permanen tersebut. “Nanti kios baru itu sudah dilengkapi APAR (alat pemadam api ringan), hidran dan fasilitas toilet umum. Untuk konsep bangunannya tidak beda jauh dengan yang sebelumnya,” kata dia.  Dini Tri Winaryani

BAGIKAN