JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Kisah Nyata Slank Naik Layar Lebar

Kisah Nyata Slank Naik Layar Lebar

765
KONSER SLANK-Penampilan grup musik Slank saat mengobati kerinduan penggemarnya pada konser yang digelar di Ballroom Sumaryo, The Sunan Hotel, Selasa (2/7) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana
KONSER SLANK-Penampilan grup musik Slank saat mengobati kerinduan penggemarnya pada konser yang digelar di Ballroom Sumaryo, The Sunan Hotel, Foto diambil Selasa (2/7) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana

Starvision Pulus tengah menyiapkan Slank The Movie: Ga Ada Matinya. Berbeda dengan film pendahulunya, Generasi Biru, film ini lebih menitikberatkan pada kisah Slank yang bangkit dari keterpurukan akibat Narkoba. Film menceritakan kehidupan Slank medium tahun 1997 hingga 2001. Syuting akan dimulai pada Rabu (28/8) dan akan menyapa penggemar pada 27 Desember 2013.

“Slank dikenal sebagai grup band panggung. Di film ini akan masuk wilayah pribadi. Film based on true story,” kata Chand Parwes Servia dari Starvision, dalam jumpa pers di markas Slank, Potlot, Kawasan Duren tiga, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut sang sutradara film, Fajar Nugros, cerita film diangkat pada periode ketika Slank baru bangkit dari keterpurukan akibat Narkoba. “Ceritanya 90 persen true dan 10 drama. Sejak 2012 riset tentang Slank, dari sini saya ingin menginspirasi orang lain dari sosok Slank, mulai dari kesederhanaannya dan sebagainya,” ucap Fajar.

Seperti diketahui semangat bermusik Kaka dan BimBim kembali menggelora pada akhir 1996. Keinginan mereka untuk sehat tanpa narkoba semakin kuat setelah Abdee, Ridho, dan Ivan yang masuk memperkuat Slank benar-benar bersih dari Narkoba. Puncaknya, mereka merilis album Tujuh sebagai tanda semangat baru pada Januari 1997.

Mewakili Slank, Ivan berharap film ini bisa menjadi inspirasi bagi siapapun, terutama orangtua yang anaknya sebagai korban Narkoba. “Ini semacam treatmen terhadap anak yang kena Narkoba. Panduan bagi panti rehabilitasi,” ucapnya.

Hal serupa dialami Kaka. Ia merasa bangga dengan pembuatan film yang menurut Bimbim dan Kaka adalah mimpi yang jadi kenyataan. “Ini bukan film pertama soal Slank tapi ini dokumenter true story dan diperankan oleh aktor yang kompeten. Proses yang panjang, interview satu-satu antara sutradara, penulis dengan saya, Ridho dan lain-lain. Ini real story yang kita lewatin sebelumnya,” jelas Kaka.

Sejumlah bintang muda dipilih untuk menjadi para pemeran personel Slank. Kaka diperankan oleh Ricky Harun, Bimbim dimainkan Adipati Dolken, Ajun Prawira memerankan Ridho, Aaron jadi Ivan, sementara peran Bunda Iffet akan dimainkan oleh Meriam Bellina. “Olivia Jensen jadi Tasya, bininya Bimbim, Tora jadi kakaknya Bimbim. Ada Piyu dan Cangcuters dari musisi, mudah-mudahan ada banyak musisi lagi,” jelas Fajar. Detik

BAGIKAN