Kisah Peserta Mudik Massal Gratis

Kisah Peserta Mudik Massal Gratis

308

Dari Kecopetan hingga Ditinggal Bus Saat Makan di Restoran

Angkut Motor Pemudik
Angkut Motor Pemudik

Kesempatan mudik massal secara gratis yang digelar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tampaknya benar-benar dimanfaatkan oleh pemudik. Minggu (4/8) kemarin, ratusan pemudik dari Jakarta turun di halaman parkir Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonogiri. Simak kisah mereka mengenai suka dan duka selama perjalanan.

Sekitar 373 orang tampak turun dari bus yang membawa mereka dari Jakarta. Di halaman Kantor (Dishubkominfo) Wonogiri, para pemudik diturunkan dari bus masing-masing sejak pukul 03.15 WIB dini hari. Hingga pukul 09.45 WIB, barulah seluruh pemudik selesai diturunkan.

Di halaman kantor Dishubkominfo, tampak sampah berserakan. Terutama gelas bekas mi instan, botol minuman ringan, air mineral, serta sisa nasi dalam bungkusan. Aula pertemuan pun lebih mirip ruang tunggu bus di terminal. Terlebih pelataran yang juga mirip terminal karena banyak kardus dan tas bawaan. Ya, sekitar 373 pemudik dari wilayah Jakarta dan sekitarnya tiba di sana.

Puluhan dari ratusan pemudik yang dibawa dengan sembilan armada bus itu masih di sana karena kebetulan truk terakhir yang membawa motor juga tiba telat. Keterlambatan itu, disebabkan truk mengalami empat kali pecah ban. “Menunggu dari pagi, tapi biar capek senang. Kan tidak perlu beli karcis dan bayar ongkos paket motor,” kata Andi, salah satu pemudik asal Pacitan.

Baca Juga :  Nikmati Suasana Kemerdekaan Dengan Upacara Berlatar Keindahan Pantai Sembukan

Memang, meski tujuan mudik motor gratis ini Wonogiri, ada pula yang tujuannya ke Malang, Ponorogo, Klaten, Sragen, serta Sukoharjo.

Kepala Dishubkominfo, Ismiyanto mengatakan awalnya ada 226 pendaftar yang terdiri dari 428 orang, namun banyak yang mundur karena ternyata belum bisa mendapat cuti dari tempat bekerja sehingga harus mudik sendiri. “Akhirnya hanya 176 pendaftar yang terdiri dari 373 orang. Jadi ada bus yang tidak penuh,” kata dia.

Alhasil, karena diduga tidak penuh itulah ada oknum yang memanfaatkan keadaan. Terbukti, ada dua pemudik yang kecopetan di dalam bus. “Yang hilang HP, dompet serta surat penting. Diduga, peristiwa itu terjadi karena ada kru bus nakal berhenti di jalan dan menaikkan penumpang yang seharusnya tidak boleh. “Juga sempat ada penumpang yang saat seusai istirahat di rumah makan ketinggalan bus. Tidak tahu kalau bus sudah berangkat lagi. Untungnya masih ada bus yang di belakangnya,” jelas dia.

Kedua pemudik yang kehilangan barang mereka adalah Puji dan Sutardi. “Baru tahu kalau hilang pas sudah di SPBU Brumbung, Selogiri, Wonogiri tadi. HP mau saya isi baterai tapi sudah tidak ada. Tadi malam ada satu orang yang mengaku keluarga pemudik duduk di samping saya, karena kursi bus memang tidak penuh,” kata Puji.

Baca Juga :  22 Napi Kasus Narkotika di Rutan Wonogiri Dapat Remisi

Puji pun tidak menaruh curiga karena dipikirnya sama-sama mudik. Meski sempat merasakan tasnya seperti bergerak, dia tidak mengira akan kehilangan sesuatu. “Tas hanya saya tahan pakai kaki terus tidur lagi. Kayaknya orang itu turun di Kartasura tapi tidak hafal saya,” lanjutnya.

Sedangkan Petugas Supervisi Kementrian Perhubungan, Budi Suryo mengatakan untuk barang bawaan sudah menjadi tanggung jawab penumpang. “Laporan ini akan kami tindak lanjuti. Kemungkinan besar kru bus memang nakal. Akan kami telusuri. Seharusnya tidak boleh berhenti cari penumpang di jalan meski kursi tidak penuh. Apalagi mencari penumpang, berhenti selain di terminal dan rest area pun tidak boleh,” terang dia.

Semua pemudik motor itu nantinya kembali ke perantauan dengan naik motor. Selain itu, pihak Dinas Perhubungan Provinsi memfasilitasi balik gratis melalui kapal air. “Pendaftaran tanggal 5 Agustus di dinas provinsi. Berangkat sekitar tanggal 12 atau 11 Agustus. Akan kami fasilitasi dengan mendaftar secara kolektif,” kata  Ismiyanto. Eko Sudarsono

BAGIKAN