Kopi dan Teh Luluhkan Lemak di Hati

Kopi dan Teh Luluhkan Lemak di Hati

488

kopi teh 2Perlemakan hati tidak hanya dialami oleh para peminum alkohol. Orang-orang dengan diabetes dan kelebihan berat badan juga kerap mengalaminya. Untungnya, kebiasaan minum teh atau kopi terbukti bisa mengurangi tumpukan lemak di hati.

Sebuah penelitian di Duke-NUS Graduate Medical School (Duke-NUS) dan Duke University mengungkap bahwa asupan kafein bisa mengurangi risiko Non-alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Kondisi ini mirip seperti perlemakan hati yang dialami para peminum alkohol. Di seluruh dunia, 70 persen orang dengan diabetes dan obesitas didiagnosa mengalami NAFLD. Diperkirakan 30 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalaminya dan tidak ada obat untuk mengatasinya kecuali dengan diet dan olahraga secara teratur.

Dengan menggunakan kultur sel dan model tikus yang dikondisikan dengan diet tinggi lemak, penelitian yang dipimpin Paul Yen, MD ini mengamati efek kafein terhadap metabolisme lemak di hati. Hasilnya, asupan kafein secara rutin bisa mengurangi risiko terbentuknya timbunan lemak di hati. Meski dilakukan di tikus uji, hasil penelitian ini diklaim berlaku juga pada hati manusia. Dengan penyesuaian dosis, diperkirakan takaran kafein yang bisa memberikan efek serupa pada manusia adalah sekitar empat cangkir teh atau kopi setiap hari.

“Kopi dan teh sangat biasa dikonsumsi, dan catatan bahwa keduanya punya efek terapetik, khususnya karena sering disebut kurang baik untuk kesehatan, tentunya sangat menggembirakan,” kata Yen dalam laporannya di jurnal Hepatology seperti dikutip dari Sciencedaily, Selasa (20/8). Temuan ini, menurut Yen bisa dikembangkan jadi penemuan obat mirip kafein yang tidak memiliki efek samping seperti kafein untuk keperluan terapi. Yen juga berharap temuan ini menjadi titik awal untuk meneliti manfaat utuh dari kafein yang berhubungan dengan terapi. Detik

BAGIKAN