JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Korban Jiwa Selama Musim Mudik, 60 Orang Tewas di Jalan

Korban Jiwa Selama Musim Mudik, 60 Orang Tewas di Jalan

235
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia mencatat jumlah korban meninggal pada arus mudik selama dua hari awal pelaksanaan operasi ketupat sejak tanggal 2 dan 3 Agustus 2013 mencapai 60 orang.

Selain jumlah meninggal, sebanyak 71 orang mengalami luka akibat kecelakaan lalu lintas. “Jumlah korban itu merupakan korban dari total 224 kecelakaan selama operasi ketupat di seluruh Indonesia,” kata Inspektur Jenderal Pudji Hartanto, Kepala Korlantas Polri kepada Tempo, Minggu (4/9).

Sebagai pembanding, Pudji mengatakan data kecelakaan pada dua hari awal operasi ketupat tahun 2012 mencapai 346 dengan rincian 64 orang meninggal dan 87 orang luka. “Secara data ini memang penurunan, tetapi itu hanya data, masyarakat harus tetap waspada,” ujar dia.

Pudji mengatakan, selama dua hari ini Korlantas mencatat kecelakaan terbanyak masih didominasi oleh pemudik dengan sepeda motor yaitu sebanyak 263 unit, sedangkan kendaraan roda empat berjumlah 107 unit. “Ironisnya kecelakaan sepeda motor juga kerap terjadi bukan karena tabrakan, namun terjatuh dan kemudian terlindas kendaraan lain seperti di Kendal kemarin,” katanya.

Di jalur pantura Jawa Barat, data Korlantas menyebutkan selama dua hari ini terjadi 9 kecelakaan lalu lintas. “Satu orang meninggal dunia, satu luka ringan, dan satu luka berat,” kata Pudji. Dari jumlah kendaraan, lanjut Pudji selama dua hari ini kecelakaan di jalur pantura Jawa Barat melibatkan sebanyak empat buah roda dua, satu kendaraan roda empat, satu buah bus, dan satu buah mobil barang.

Kasus kecelakaan terus saja terjadi selama momentum mudik Lebaran. Seperti di jalur Nagreg, kecelakaan beruntun terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, Minggu (4/8). Bus Limas yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta tujuan Cilacap Jawa Tengah itu menabrak 9 kendaraan yang berada di depannya akibat rem blong. “Bus itu lalu menabrak 6 mobil, truk dan bus lain serta 3 motor,” ujar Kasatlantas Polres Bandung, AKP Eko Munaryanto saat dihubungi.

Kejadian tersebut terjadi di turunan Nagreg. Bus tersebut kemudian berhenti setelah menabrak badan bus ke tebing yang berada di sisi kanan. “Tidak ada korban jiwa, hanya ada 6 penumpang yang mengalami luka ringan serta kerugian materi berupa kerusakan kendaraan,” katanya. Akibat kejadian tersebut, satu lajur di Jalur Nagreg sempat ditutup untuk proses evakuasi. “Jalur sudah clear dan dibuka kembali pukul 09.00 WIB,” tutur Eko.

Terpisah, usai meninjau langsung pemudik di pelabuhan Tanjung Priok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memantau langsung arus mudik nasional melalui control room di kantor Kementerian Perhubungan.

Control Room merupakan ruang kontrol di Kementerian Perhubungan yang memantau seluruh pergerakan pemudik maupun transportasi di udara laut dan darat. Terdapat 11 layar utama berisi informasi mudik. “Kita punya CCTV di Bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal. Hampir semua bisa kita kontrol,” kata Wamenhub Bambang Susantono memberikan penjelasan kepada SBY di Kemenhub, Jakpus, Minggu (4/8).

“Posisi H-5, trafik (Jakarta) yang ke arah timur sudah 327.238 lintasan atau 62 persen. Ke Barat 15,22 persen,” kata Bambang menjabarkan. SBY tampak serius menyimak pemaparan dari Wanehub soal arus mudik itu.

Di Solo, ribuan pemudik Kereta Api (KA) semua kelas dan berbagai jurusan memasuki H-4 Lebaran mulai berdatangan ke Kota Solo. Kini, jumlahnya naik 50 persen dari 2012 lalu pada hari yang sama. Kepala Stasiun Solo Balapan, Rustanto, mengatakan, saat ini penumpang kereta Argodwipangga dan Argolawu kelas eksekutif relasi Solo-Jakarta Pergi-Pulang (PP) dan kereta Lodaya Pagi dan Malam kelas bisnis jurusan Solo-Bandung PP mulai terlihat mulai meningkat.

Hal ini disebabkan, sejumlah pemudik dari Jakarta, Bandung dan wilayah lainnya mulai berdatangan ke Solo melalui Stasiun Balapan. “Angka kenaikannya, ya sekitar 50 persen dari tahun lalu pada hari yang sama,” ujar Rustanto, kepada Joglosemar, di ruang kerjanya, Minggu (4/8).

Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu pada bulan yang sama realisasi total kedatangan penumpang selama H-7 hingga H-5 Lebaran tahun ini di Stasiun Balapan hanya 9.687 orang. Jumlah ini turun dari 2012 lalu masih sebanyak 11.757 orang. Sedangkan, pada 2011 masih kisaran jumlah penumpang kereta yang turun di Balapan adalah 9.108 orang. “Karena banyak penumpang yang turun di Klaten dan Yogyakarta mengingat mereka berasal dari kalangan wiraswasta asal Wonogiri, Sukoharjo yang bekerja di Jakarta,” terang Rustanto.

Sementara itu, di Stasiun Jebres jumlah penumpang pemudik yang turun dari kereta Bengawan AC kelas ekonomi jurusan Pasar Senen-Solo PP memasuki H-4 Lebaran telah mencapai 5.678 jiwa. Diprediksi puncak kedatangan pada tanggal 5-6 Agustus atau rata-rata sebanyak 1.700-1.800 orang setiap hari. “Kini kapasitas kereta selalu terisi penuh,” ujar Kepala Stasiun Jebres, Eksam Puji Santoso.  Tempo | Detik | Fariz Fardianto

BAGIKAN