JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Korupsi Hambalang: “BPK dan DPR Jangan Main Api!”

Korupsi Hambalang: “BPK dan DPR Jangan Main Api!”

192
BAGIKAN
Proyek Hambalang
Proyek Hambalang

Jakarta—Koalisi untuk Akuntabilitas Keuangan Negara (KUAK) memberikan peringatak kepada PPK soal kasus Hambalang. Mereka meminta BPK memperjelas tujuan penyerahan hasil audit Hambalang, apakah perlu dikirimkan ke DPR atau tidak. Tindakan BPK yang mengirimkan laporan hasil audit tersebut ke DPR dinilai koalisi tidak tepat sasaran.

Apalagi laporan yang dikirimkan sangat lengkap dan memuat daftar nama anggota dewan yang diduga terlibat dalam proyek tersebut. “Pimpinan BPK dan DPR jangan bermain api dengan kasus ini. Kasus ini lebih berat dari kasus cicak buaya,” kata mantan Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Alamsyah Saragih.

Hal itu disampaikan Alamsyah dalam acara konferensi pers Koalisi Akuntabilitas Anggaran Negara (KUAK) ‘Menggugat Transparansi Audit Hambalang’ di Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta, Minggu (25/8/2013).

“Jangan bermain api, nanti pasti terbakar. Kita tahu semuanya orang-orang yang terlibat. Jadi hati-hati kalau sudah terlanjur begini, buka saja ke publik,” tambah Alamsyah.

Koalisi menilai jika BPK ingin menyampaikan ke DPR, maka sebaikanya berupa resume bukan laporan lengkap. Alam menambahkan, laporan BPK ini rawan dipolitisasi. Oleh karena ini perlu untuk dibuka ke publik. Berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) jika laporan ini tidak disampaikan ke publik maka kerugian yang dialami publik akan lebih luas. “Intinya kalau sudah ada di ruang publik ya harus dibuka, DPR kan ruang publik tuh. Kalau ditutup maka akan terjadi proses tawar menawar kepentingan politik dan akan ada beberapa data yang dihilangkan,” ucap Alamsyah.  Detik