Korupsi Kampung Lele: Tersangka Gagal Dilimpahkan ke Kejari

Korupsi Kampung Lele: Tersangka Gagal Dilimpahkan ke Kejari

391
ilustrasi
ilustrasi

BOYOLALI – Rencana pelimpahan Darseno, tersangka kasus korupsi bantuan benih lele di Kampung Lele atau Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali paska lebaran, gagal dilakukan penyidik Polres Boyolali lantaran sakit.
Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi mengaku terpaksa menunda jadwal pelimpahan tersangka Darseno. Namun Kasat tidak menerangkan mengenai sakit yang diderita Darseno hingga pelimpahan terpaksa ditunda. “Ada keterangan dokter yang menyatakan tersangka sakit sehingga pelimpahan tersangka ke Kajari ditunda,” ungkap Kasat akhir pekan kemarin.
Meski demikian menurut Kasat pihaknya akan segera melimpahkan tersangka Darseno ke Kejari setelah tersangka sembuh dari sakitnya. Penyerahan tersangka ini akan melengkapi berkas pemeriksaan kasus korupsi bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa tahun lalu, yang sudah dilimpahkan ke Kejari beberapa waktu lalu.
Terpisah, Kajari Boyolali, Hendrik Selalau didampingi Kasi Pidsus, Haris Suherlan menyatakan, berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan benih lele di Desa Tegalrejo dengan mantan ketua kelompok peternak lele di desa itu, sejak sebulan lalu telah P-21 atau lengkap.
Saat ini pihaknya tinggal menunggu pelimpahan tersangka Darseno dari Polres Boyolali berikur barang bukti kasus korupsi tersebut. Setelah tersangka dan barang bukti dilimpahkan, pihaknya menegaskan akan segera menyusun surat dakwaan atas tersangka dan mengirimnya ke Pengadilan Tipikor Semarang agar segera disidangkan. “Kami masih menunggu pelimpahan tersangka berikut barang buktinya untuk segera disusun surat dakwaan,” jelas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus korupsi dana bantuan benih lele untuk kelompok tani di Kampung Lele sejak tahun 2007 silam, muncul setelah ada audit Badan Pemeriksa Keuangan  dan Pembangunan (BPKP) Jateng, yang mengungkapkan dugaan korupsi. Dari total bantuan sekitar Rp 907 juta yang dikucurkan SBY, diduga ada  sekitar Rp 204 juta yang diselewengkan. Sejauh ini polisi baru menetapkan satu orang tersangka yakni Darseno yang menjabat sebagai ketua kelompok petani lele setempat. Ario Bhawono

BAGIKAN