JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Kota Solo Menuju Kota Kreatif

Kota Solo Menuju Kota Kreatif

327
BAGIKAN

Anak Muda Potensi Ciptakan Ekonomi Kreatif Berbudaya

KOSTUM RED BATIK-Sejumlah model berpose mengenakan kostum Red Batik bertema wayang dengan beberapa karakter di Omah Sinten, Rabu (12/12).
KOSTUM RED BATIK-Sejumlah model berpose mengenakan kostum Red Batik bertema wayang dengan beberapa karakter di Omah Sinten, Rabu (12/12).

SOLO- Setelah resmi ditunjuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai salah satu kota kreatif mewakili Indonesia di UNICEF, kini berbagai kalangan pegiat wisata dan ekonomi kreatif Kota Solo mulai merancang aksinya untuk mewujudkan Solo sebagai kota kreatif sesungguhnya.

Menurut Irfan Sutikno, Koordinator Solo Creative City Network, kini pihaknya telah merancang sejumlah action plan agar realisasi Solo menuju Kota Kreatif semakin nyata.

“Kota Solo ditunjuk sebagai Kota Kreatif, kami harap ini bukan sebagai predikat saja, tetapi dapat menjadi kenyataan. Kreatif di sini tidak hanya dari segi kreatif  mengolah warisan nilai budaya saja, tetapi juga dapat menciptakan ekonomi kreatif,” jelasnya ketika ditemui wartawan di sela Workshop Strategi Solo Menuju Kota Kreatif, di Kantor Bank Indonesia, Selasa (27/8).

Kata Irfan, bentuk kreatif tersebut diwujudkan dengan menggali potensi anak muda Solo. “Kami ingin mengarahkan anak muda dapat berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai ekonomis dan fungsi, tetapi tetap menjunjung nilai budaya,”paparnya.

Irfan menuturkan, gagasan tersebut lahir, mengingat selama ini Kota Solo dijuluki sebagai Kota Sepuh (tua). “Selama ini Solo dianggap Kota Sepuh. Lewat kesempatan ini, kami ingin membuktikan Solo itu gudangnya anak muda kreatif  juga,” terangya.

Dikatakan Irfan, bentuk kreativitas tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing guna mencapai tingkat perekonomian Solo lebih baik. “Kota Solo tidak mempunyai sumber daya alam melimpah. Yang dipunyai Solo itu hanya sumber daya manusia (SDM) yang kreatif. Dan kreativitas tersebut ibaratnya sebagai nafas Solo agar dapat terus menunjukkan eksistensi diri kepada kota lain,” katanya.

Irfan mengungkapkan, untuk mewujudkan Solo menjadi kota dengan SDM yang kreatif tersebut, diakuinya masih terdapat kendala. “Yang menjadi kendala yaitu bagaimana mengubah mindset masyarakat, berpikir kreatif itu bertentangan dengan nilai tradisi budaya. Justru kami di sini menyadari tradisi budaya itulah yang menjadi inspirasi kami dalam berkarya,” bebernya.  Paramita Sari Indah