JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Kredit FLPP Berbasis Syariah Melampaui Target

Kredit FLPP Berbasis Syariah Melampaui Target

465

rumah subsidi 1Transaksi pembiayaan kredit rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berbasis syariah di Kota Solo mampu melampaui target, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di sektor properti.

Anggraini Kepala Cabang BTN Syariah Solo mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih memacu transaksi pembiayaan kredit rumah murah di Kota Solo dengan pertimbangan potensi pangsa pasarnya kini masih cukup besar terutama kalangan menengah ke bawah atau middle low.

“Karena itulah, kita ingin memaksimalkan proses pembiayaan kredit perumahan murah bersubsidi berbasis layanan syariah di wilayah ini,” ujarnya, kepada Joglosemar, Minggu (18/8). Dijelaskan, tingginya permintaan pasar dikarenakan ada peningkatan jumlah proyek properti yang saat ini digarap pihak swasta maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Disinggung mengenai total pembiayaan rumah murah yang sudah terlayani, dia menyampaikan, sampai bulan Mei lalu terdapat sebanyak 200 unit. Jumlah tersebut, kata dia, telah melampaui target sebesar 30 persen dari total angka taksiran pembiayaan pada awal tahun 2013.

“Ini artinya dengan pencapaian seperti itu, kita sampai akhir Desember ingin mencoba menggenjot penyaluran kredit bagi 200 rumah bersubsidi lagi. Sehingga total nantinya ada 400 rumah yang dibiayai melalui layanan berbasis syariah dari BTN Syariah Solo,” terangnya.

Peningkatan penyaluran rumah murah, juga didorong semakin bertambahnya jumlah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berdomisili di tiap wilayah eks Karesidenan Surakarta.

Padahal jika diitung berdasarkan nilai jual satu bangunan rumah, lanjut dia, kini harga satuannya terus merangkak naik. Bahkan, dalam waktu dekat tidak menutup kemungkinan nilai jual satu bangunan rumah murah dari dana subsidi Pemerintah Pusat itu bakal mengalami kenaikan sebesar 10 persen karena menyesuaikan harga komponen bangunan di pasaran. “Tetapi, hal tersebut tak lantas mengendurkan semangat kita untuk mengucurkan kredit rumah FLPP,” terangnya.

Upaya riilnya, dengan meningkatkan pemahaman kepada setiap nasabahnya untuk mencari dana talangan Down Payment (DP) di pihak Jamsostek guna meringankan beban pembayaran kredit rumah. “Jadi, nanti konsumen kita bisa berkesempatan mendapatkan angsuran KPR dengan jangka waktu lama sampai 15 atau 20 tahun ke depan. Artinya, semakin ringan mereka membayar kredit bulanannya,” paparnya.

Kepala Cabang Bank Muamalat Solo, Khabib Soleh, juga menyatakan antusiasmenya untuk merencanakan membuka layanan kredit rumah FLPP di Solo melalui layanan keuangan berbasis syariah dari Bank Muamalat ke depan.

“Sebab, potensi pasarnya terlihat berkembang cukup baik sejalan dengan jumlah tenaga kerja yang ada di sektor industri pertekstilan, percetakan kertas dan buku serta Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tukasnya.  Fariz Fardianto

BAGIKAN