JOGLOSEMAR.CO Foto Kredit Macet Pegadaian Capai Rp 3 Miliar

Kredit Macet Pegadaian Capai Rp 3 Miliar

1226
BAGIKAN
EMAS PEGADAIAN- Seorang karyawan PT Pegadaian menunjukkan produk batangan emas dan emas perhiasan yang dijual dalam acara pelelangan emas. Acara tersebut diadakan Kantor PT Pegadaian Cabang Purwotomo Purwosari, Minggu (25/8). JOGLOSEMAR | Fariz Fardianto
EMAS PEGADAIAN- Seorang karyawan PT Pegadaian menunjukkan produk batangan emas dan emas perhiasan yang dijual dalam acara pelelangan emas. Acara tersebut diadakan Kantor PT Pegadaian Cabang Purwotomo Purwosari, Minggu (25/8). JOGLOSEMAR | Fariz Fardianto

SOLO- PT Pegadaian masih menggenjot transaksi penjualan emas melalui acara pelelangan emas selama tiga pekan, sebagai upaya menekan Non Performing Loan (NPL) yang mencapai Rp 3 miliar.

Kepala Cabang Kantor Pegadaian Cabang Cokronegaran, Nur Wakhid mengatakan, total NPL atau kredit macet yang masih tertahan di lima kantor cabang Pegadaian meliputi Nusukan, Solo Baru, Cokronegaran, Purwotomo dan Kartasura telah mencapai Rp 3 miliar.

“Angka kredit macet sebesar itu, masih di bawah 1 persen dari total pendapatan yang diraup lima kantor cabang Pegadaian,” ujar Wakhid, saat ditemui Joglosemar, di ruang kerjanya, Minggu (25/8).

Adanya kredit macet di Pegadaian, dipicu banyaknya nasabah yang lupa mengambil barang gadainya kembali, sulit dihubungi lantaran telah berpindah alamat maupun tidak memiliki ongkos pengambilan barang.

Barang yang tidak diambil kembali itu, 70 hingga 80 persen berwujud perhiasan dan sisanya kendaraan serta elektronik. “Padahal, kita rutin mengumumkan jadwal pengambilan barang melalui pesan singkat elektronik, surat kantor pos maupun telepon,” terang Wakhid.

Oleh karena itu, upaya yang bisa dilakukan untuk menekan kredit macet adalah dengan menggenjot transaksi pelelangan emas yang kini diadakan tiga pekan. Barang-barang yang dilelang, adalah produk gadai milik nasabah yang tertahan sampai delapan bulan.

“Pada Minggu (25/8) kemarin, transaksinya sekitar 100 kilogram emas perhiasan atau lebih banyak dibanding pekan kedua masih 80 potong sedangkan pada pekan pertama hampir mencapai 700  potong,” imbuhnya.

Saat ini, logam mulia masih menjadi primadona. Dalam acara pelelangan emas, Pegadaian mampu mencetak transaksi penjualan logam mulia senilai Rp 125 juta. Sementara, hingga akhir Juli total penjualan logam mulia telah mencapai 17 kilogram atau setara Rp 900 juta.

Maka dari itu, keputusannya untuk melelangkan barang-barang gadai pada tahun ini cukup tepat. “Jika pada tahun lalu kita melelangkan emas sendiri-sendiri, maka kali ini kita ingin menyamakan persepsi antar kantor cabang dengan mengadakan lelang bersama,” katanya.

Karena melihat tingginya minat masyarakat tersebut, perseroan berencana membuka kegiatan pelelangan emas di lima tempat meliputi Klaten, Boyolali, Solo, Karanganyar dan Sukoharjo pada September 2013 mendatang. Sebab, antusiasme masyarakat setempat untuk mengikuti rangkaian acara lelang emas juga cukup tinggi.

Adapun proses pembelian emas di acara pelelangan emas, konsumen bisa datang ke Kantor Pegadaian Purwotomo sebagai sentra pelelangan emas di Solo untuk membeli emas dengan harga rendah setiap hari Minggu pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.  Fariz Fardianto