Kritik Mahasiswa UNS untuk PNS : Lebaran dengan Plat Merah, Malu Dong…

Kritik Mahasiswa UNS untuk PNS : Lebaran dengan Plat Merah, Malu Dong…

887
KRITIK PEMUDIK MOBIL DINAS--Tiga mahasiswa membawa poster bertuliskan Malu Plat Merah Untuk Mudik saat melakukan aksi di Bundaran Gladag, Solo, Minggu (4/8). Aksi tersebut sebagai bentuk kritik bagi pejabat yang menggunakan mobil dinasnya untuk mudik. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KRITIK PEMUDIK MOBIL DINAS–Tiga mahasiswa membawa poster bertuliskan Malu Plat Merah Untuk Mudik saat melakukan aksi di Bundaran Gladag, Solo, Minggu (4/8). Aksi tersebut sebagai bentuk kritik bagi pejabat yang menggunakan mobil dinasnya untuk mudik. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Setiap hari Minggu, area seputaran tugu Gladag, Solo memang ramai acara car free day (CFD). Namun Minggu (4/8) kemarin terasa berbeda. Arus lalu lintas mulai memadat.

Banyak yang melintas di seputaran area tersebut dengan membawa tas punggung hingga koper. Baik dengan mengendarai sepeda motor maupun mobil. Mereka adalah para pemudik yang pulang kampung solo dan sekitarnya.

Di salah satu sudut, tampak tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Adrian Amurwonegoro, Mohamad Aldi Renato dan Facundo Chrysnha Pradipha melambai-lambaikan tangan sambil membawa poster  bertuliskan, “Plat Merah Untuk Mudik, Malu..”.

Kalimat di poster tersebut tampaknya suatu sindiran bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi, yaitu mudik.

“Ironis. Seharusnya tidak boleh, dan ada aturannya. Jika tetap dilakukan adalah pelanggaran. Aparat harus bertindak keras untuk itu,” tandas mahasiswa UNS yang tengah magang di Republik Aeng-aeng, Adrian  Amurwonegoro saat ditemui Joglosemar di sela-sela kegiatan, Minggu (4/8).

Menurutnya, sangat tidak adil jika hal itu dilakukan, karena pengadaan mobil dinas menggunakan uang rakyat. Sementara rakyat sendiri untuk bisa mudik harus bersusah payah untuk mendapatkan kendaraan, hingga berdesak-desakan.

“KPK sudah melarang. Jika tetap mudik menggunakan mobil dinas, ini sudah melanggar dan sama juga korupsi kecil-kecilan. Seharusnya mereka merasa malu,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Republik Aeng-aeng, Mayor Haristanto mengatakan, untuk Solo sendiri, Senin (5/8), rencananya mobil-mobil dinas akan dikandangkan di Balaikota. “Baik mobil maupun sepeda motor plat merah, dikandangkan. Ini bagus mengingat kesadaran PNS yang kurang,” ungkap Mayor.

Warga Laweyan yang melintas di area Gladag, Agung Joko (25) mengatakan, menurutnya menggunakan kendaraan dinas untuk mudik, tidak boleh karena mobil pemerintah sama dengan milik rakyat.

“Mobil itu hanya untuk keperluan dinas dan haram hukumnya untuk digunakan bersama keluarga. Cukup di kantor jangan dibawa pulang,’ ujarnya.  * Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN