JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal

Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal

887
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Batu Ginjal menjadi masalah serius bagi sebagian orang. Jika seseorang mengalami sakit pada pinggangnya dan menetap, mungkin saja ia mengalami penyakit batu ginjal. Biasanya penyakit ini banyak diderita orang yang sudah lanjut usia, meskipun kini banyak pula orang yang masih muda juga terkena penyakit ini.

Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, dr. H. Arief Budiman, MSi.Med, SpB menjelaskan, penyakit batu ginjal merupakan penyakit yang sudah sering kita dengar. Biasanya penyakit ini juga disertai dengan penyakit lainnya. “Biasanya penyakit ini diderita oleh pasien-pasien lanjut usia,” katanya.

Diungkapkannya, batu ginjal secara medis disebut renal calculi atau Nefrolithiasis. Penyakit batu ginjal adalah penyakit yang disebabkan penumpukan garam mineral. Batu ginjal dapat muncul di mana saja di sepanjang saluran perkemihan. Batu ginjal terjadi jika kandungan urine mencapai batas jenuh asam urat, fosfat, dan kalsium oksalat. Normalnya, zat-zat ini larut dalam cairan urine dan dengan mudah terbilas saat buang air kecil. Tetapi ketika imunitas tertekan atau mekanisme alami seperti pengaturan keseimbangan asam-basa (pH) terganggu, zat-zat itu mengkristal dan menumpuk, akhirnya membentuk zat yang cukup besar untuk menyumbat aliran urine. “Penyakit ini timbul akibat zat-zat yang menumpuk,” katanya.

Batu ginjal terbentuk akibat kelebihan garam dalam aliran darah yang kemudian mengkristal dalam urine. Ukuran batu ginjal berbagai macam, dari yang kecil, sedang , sampai besar. Jika pecah kecil, dapat menyebabkan sakit yang sangat hebat ketika keluar dari ginjal menuju saluran kemih yang biasa disebut nyeri kolik dan dapat menyebabkan luka ringan bahkan infeksi pada dinding  saluran kemih. “Ukuran batu bisa bervariasi mulai dari kecil hingga besar, yang besar bisa pecah dan pecahannya ini bisa melukai,” katanya.

Penyakit batu ginjal ini bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis antara lain, ginjal, pelvis ginjal, ureter (saluran ginjal), jalan masuk ke kandung kemih, kandung kemih, jalan keluar ke saluran kemaluan dan urethra (saluran kemaluan). Sementara batu ginjal sendiri bisa dibedakan dalam empat jenis batu kalsium, terdiri dari kalsium oksalat, paling banyak, sekitar 80 persen kasus batu ginjal. Batu ginjal jenis lainnya yakni Batu Asam Urat, Batu Cystine, dan Batu Struvite.

Batu Kalsium biasanya disebabkan oleh penyerapan kalsium berlebihan dalam usus. Kondisi ini menyebabkan jumlah kalsium dalam darah tinggi, pengeluaran kalsium lebih banyak dalam urine sehingga memicu dan menyebabkan pembentukan batu. Sementara batu Asam Urat, penyebabnya antara lain kurang ekskresi atau terlalu banyak produksi asam urat, volume urine yang rendah, dan keadaan pH urine yang asam terus menerus. Sedangkan Batu cystine disebabkan oleh kondisi yang disebut cystinuria, kelainan kongenital yang jarang di mana asam amino cystine, dikeluarkan dalam ginjal dan menjadi kristal, membentuk batu. Sedangkan batu struvite disebabkan oleh infeksi. “Misalnya proteus mirabilis dan berkembang ketika urine dalam keadaan alkalin,” katanya.

Gejala batu ginjal sendiri biasanya ditandai antara lain dengan dull pain, sakit menetap di pinggang, ada obstruksi koliks maka terjadi distensi parekim dan kapsul ginjal. Selain itu juga bisa ditandai dengan kolik hiperperistaltik dan spasme otot polos dan pelvis. Bisa juga ditandai dengan hematuri, karena iritasi batu pada mukosa dan infeksi. Renointestinal refleks yakni rangsangan peritoneum, sebabkan mual, muntah, dan lainnya “Panas dan menggigil akibat infeksi juga sering terjadi,” jelasnya.

Ada beberapa faktor risiko penyebab dari terbentuknya penyakit batu ginjal, antara lain faktor kelainan sistem metabolisme tubuh terhadap zat-zat tertentu, seperti kalsium dan asam urat. Faktor dehidrasi juga bisa menjadi penyebabnya, akibat kurangnya asupan air putih sehingga pembuangan air kemih menjadi tersumbat. Faktor kelainan ginjal itu sendiri juga bisa mengganggu aliran air kemih. Selain itu, faktor infeksi yang terjadi pada saluran kandung kemih atau ginjal.  ”Bisa juga diakibatkan karena faktor genetika,” terang dia.

Penyebab batu ginjal dapat terjadi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu dehidrasi atau kurang minum yang menyebabkan sistem metabolisme tubuh tidak berjalan maksimal. Cairan yang dibutuhkan untuk menggelontor berbagai racun di dalam tubuh tidak mencukupi. Hal ini mengakibatkan urine mengalami kondensasi sehingga membentuk butiran keras seperti batu (batu ginjal). Bisa juga karena tubuh memproduksi asam urat di dalam darah berlebihan, adanya infeksi yang terjadi di dalam ginjal yang mempermudah terbentuknya batu ginjal. Faktor genetik, di mana jika salah satu anggota keluarga menderita batu ginjal, hampir dimungkinkan keturunannya berpotensi mengalami batu ginjal. “Ada pula penyebab yang tidak diketahui,” paparnya.  Tri Sulistiyani