JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Lagi, Limbah Medis Dibuang Sembarang Tempat

Lagi, Limbah Medis Dibuang Sembarang Tempat

440
BAGIKAN

Di Temukan di TPA Mojorejo

BERBAHAYA-Sampah medis ditemukan pemulung di TPA Mojorejo, Bendosari sangat berbahaya, Kamis (29/8). Joglosemar|Murniati
BERBAHAYA-Sampah medis ditemukan pemulung di TPA Mojorejo, Bendosari sangat berbahaya, Kamis (29/8). Joglosemar|Murniati

SUKOHARJO- Pembuangan sampah medis rumah sakit di sembarang tempat kembali ditemukan di Sukoharjo. Kali ini sampah medis berpa alat suntik ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo Bendosari, Kamis (29/8).

Dari pantauan Joglosemar di lokasi, sampah medis tersebut ditemukan pemulung di TPA dalam kondisi terbungkus di dalam karung. Sampah medis terdiri dari alat suntik dan botol infus lengkap dengan selangnya dalam jumlah cukup banyak.

Salah seorang pemulung di TPA Mojorejo Bendosari, Budi Hardoko (47) mengaku setiap hari mengais sampah selalu mendapatkan limbah medis itu. “Banyak yang dibuang di sini. Ada alat suntik, infus dan jarumnya paling sering kami temukan. Ada juga infus. Barang itu kami ambil untuk dijual kembali,” ujar Budi, Kamis (29/8).

Dikatakan Budi, tidak semua sampah medis laku terjual. Khusus alat suntik yang nantinya dijual kembali ke pedagang mainan anak-anak. Pembuangan limbah medis ke TPA Mojorejo ini sudah lama terjadi. Bahkan, warga Mertan Bendosari itu memperkirakan sudah berlangsung puluhan tahun

“Kalau alat suntik masih laku dijual, tapi kalau infus ya tidak bisa dijual lagi,” paparnya.

Disinggung akan bahayanya sampah medis tersebut, Budi mengaku dirinya pernah terkena alat suntik dan mengalami sakit lebih dari satu Minggu. Meski demikian, dirinya mengatakan tidak mengetahui bahaya dari limbah medis . Yang diketahui para pemulung hanyalah nilai jual yang diperoleh dari barang-barang sisa dan dibuang di sana.

Budi menambahkan, siapa pelaku pembuang alat medis tersebut dirinya tidak mengetahui. Hanya saja, secara berkala ada truk yang datang dan membuangnya ke TPA.

Pemulung lainnya, Suliyem mengaku sering menemukan botol infus lengkap dengan selangnya, pispot, jarum suntik, bekas obat hingga bekas kantong darah. “Ada banyak sampah medis di sini. Tapi yang sering diambil adalah alat suntik yang diambil jarumnya untuk dijual sebagai mainan,” ujarnya. Murniati