Lagi, Pita Kejut Makan Korban

Lagi, Pita Kejut Makan Korban

724
PITA KEJUT- Tak seperti pita kejut umumnya yang berbentuk bulat, pita kejut di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri ini berbentuk persegi sehingga saat dilewati kendaraan terjadi guncangan cukup keras. Kamis (15/8) siang, tiga mobil bertabrakan beruntun karena mobil terdepan mengerem mendadak saat melewati pita kejut. (Foto kanan) Kamis malam, pita kejut direnovasi agar tak lagi berbentuk kotak. Joglosemar | Eko Sudarsono
PITA KEJUT- Tak seperti pita kejut umumnya yang berbentuk bulat, pita kejut di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri ini berbentuk persegi sehingga saat dilewati kendaraan terjadi guncangan cukup keras. Kamis (15/8) siang, tiga mobil bertabrakan beruntun karena mobil terdepan mengerem mendadak saat melewati pita kejut. (Foto kanan) Kamis malam, pita kejut direnovasi agar tak lagi berbentuk kotak. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI- Tiga mobil terlibat tabrakan beruntun saat melewati pita kejut di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kamis (15/8). Kecelakaan yang dipicu adanya pita kejut berbentuk persegi itu bukan hanya sekali itu terjadi.

Pita kejut itu sendiri dibuat oleh pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah di sejumlah titik jalan raya di Wonogiri, sejak sebelum Lebaran lalu. Fasilitas yang sebenarnya bertujuan mengurangi laju kecepatan kendaraan itu justru kerap kali memicu kecelakaan. Sementara sejak H-1 Lebaran hingga Rabu (14/8), ada 15 kejadian kecelakaan lalu lintas di sembilan kecamatan yang menewaskan empat orang.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, tabrakan beruntun itu berawal saat sebuah mobil Carry yang tidak diketahui nomor polisinya mengerem secara mendadak di dekat pita kejut. Mengetahui hal itu, mobil di belakangnya yakni Honda CRV lantas mengerem mendadak. Di belakang CRV, sebuah mobil Kijang yang dikendarai Supranogi (50) pun mengerem mendadak karena kaget.

Supranogi mengatakan, meski ia sudah mengerem, tetap saja jaraknya terlalu dekat sehingga mobilnya menabrak CRV di depannya. “Tapi meski direm sudah terlalu dekat, akhirnya mobil saya menubruk CRV tadi. Ini mau balik ke Cikarang,” katanya.

Di belakan mobil Supranogi, melaju mobil Carry yang ikut mengerem. Namun lagi-lagi tidak cukup ruang sehingga menubruk mobil yang dikendarai Supranogi.

Sopir Carry, Haryanto (40) mengaku sedang mengantarkan rombongan ke Selogiri. “Kami rombongan jagong ke Selogiri,” kata Haryanto.

Meski tidak menimbulkan korban luka dalam kejadian itu, namun sejumlah mobil penyok. “Bemper penyok sampai masuk ke bagian ban kanan depan, ban tidak bisa berputar normal,” lanjut Supranogi.

Sementara itu mobil Carry pecah pada kaca bagian depan. Terpisah Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kasat Lantas AKP Sugiyatmo didampingi Kanit Laka Iptu Subroto mengatakan sebanyak 15 kejadian kecelakaan lalu lintas di sembilan kecamatan melibatkan total 21 kendaraan bermotor. Dengan kerugian materiil sekitar Rp 10,8 juta. “Tiga kejadian melibatkan pejalan kaki. Dari 15 kejadian itu ada 24 orang mengalami luka ringan dan empat meninggal dunia,” terangnya.

Dituturkan pula, kecelakaan itu sebagian besar terjadi di jalur utama di Kecamatan Slogohimo, Ngadirojo, Purwantoro, Wonogiri, Manyaran, Bulukerto, Selogiri, Wuryantoro, serta Sidoharjo. Sebanyak 21 kendaraan bermotor yang terlibat, terdiri dari 15 motor, satu bus, satu truk, serta empat mobil. Mereka yang terlibat kecelakaan kebanyakan warga dari luar Kabupaten Wonogiri. Eko Sudarsono

BAGIKAN