JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Lansia Ditemukan Tewas Membusuk

Lansia Ditemukan Tewas Membusuk

320
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Warga Dukuh Kebonarum, Desa Randusari, Kecamatan Teras sempat gempar lantaran bau busuk menyengat berasal dari rumah kos-kosan milik Tofik Wijaya (45), warga setempat. Setelah diperiksa, ternyata di salah satu kamar kos ditemukan sesosok mayat yang sudah membusuk, Minggu (18/8) siang.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar menyebutkan, korban diketahui bernama Martinus Mulyono (71), warga Wonodri, Krajan, Semarang Selatan. Korban diketahui indekos di rumah Tofik bersama sejumlah orang yang menjadi saksi kejadian tersebut. Kejadian penemuan mayat tersebut terungkap sekitar pukul 12.30 WIB setelah korban beberapa hari tidak terlihat keluar dari kamarnya. Saat itu salah satu penghuni kos yakni Deni (36), warga Dukuh Sapian, Desa Metuk, Mojosongo, tengah duduk di sebelah kamar kosnya dan mencium bau busuk menyengat dari arah kamar korban.

Tak lama kemudian penghuni kos lainnya, Ngati Ati (32), yang juga warga Metuk, Mojosongo, melihat ada darah keluar dari pintu kamar korban. Curiga, saksi kemudian segera melapor ke pemilik kos, Tofik Wijaya. Kejadian tersebut kemudian segera saja dilaporkan ke Mapolsek Teras untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas Polsek dipimpin Kapolsek Teras AKP Demianus Palolongan lantas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat petugas tiba, ternyata kondisi pintu kamar korban masih dalam keadaan terkunci. Petugas pun kemudian mendobrak paksa pintu kamar korban. Alangkah kagetnya petugas dan warga, saat menemukan korban sudah dalam keadaan tewas dengan posisi telanjang. Korban ditemukan tergeletak di lantai belakang pintu kos dengan tubuh yang sudah membengkak dan berbau busuk.

Menurut hasil pemeriksaan tim kesehatan, diduga korban meninggal dunia sejak beberapa hari terakhir. Korban diduga meninggal lantaran menderita sakit dan tidak segera diketahui, sehingga akhirnya membusuk di kamar kosnya. Menurut Kapolsek, dari keterangan saksi Deni, korban masih hidup hari Kamis (15/8) kemarin. Pasalnya, saat itu korban mengaku sakit dan sempat meminta tolong kepada saksi untuk membelikan makanan.“Korban meminta tolong dibelikan makanan karena merasa badannya tidak enak,” ungkap Kapolsek, Senin (19/8). Lantaran tidak ditemukan unsur pidana dalam kejadian penemuan mayat tersebut, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah selesai divisum. Ario Bhawono

BAGIKAN