JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lautan Merah Putih Mewarnai Bengawan Solo

Lautan Merah Putih Mewarnai Bengawan Solo

648
BAGIKAN
BENDERA RAKSASA - Peserta upacara yang terdiri dari prajurit TNI dan masyarakat membentangkan Bendera Merah Putih raksasa di atas Sungai Bengawan Solo, di Grogol, Sukoharjo,Sabtu (17/8). Bendera berukuran 130 x 90 meter itu dibentangkan untuk memperingati 68 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI. Joglosemar/Abdullah Azzam
BENDERA RAKSASA – Peserta upacara yang terdiri dari prajurit TNI dan masyarakat membentangkan Bendera Merah Putih raksasa di atas Sungai Bengawan Solo, di Grogol, Sukoharjo,Sabtu (17/8). Bendera berukuran 130 x 90 meter itu dibentangkan untuk memperingati 68 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI.
Joglosemar/Abdullah Azzam

Sedari pagi, ribuan masyarakat menyeruak di pinggiran sungai Bengawan Solo, tepatnya sisi Jembatan Bacem. Semakin siang, kepadatan manusia kian terasa. Mereka seolah tak sabar ingin menjadi bagian dari momentum bersejarah yang akan tergambar di sungai terbesar di pulau Jawa itu.

Ya, tepat di HUT RI ke 68 yang jatuh 17 Agustus (kemarin-red), bersama dengan elemen TNI (Tentara Nasional Indonesia) di lingkup, Sukoharjo, Karanganyar, Solo dan Sragen mereka membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 130meter X 90 meter.

Riuh tepuk tangan pun menambah gempita pengibaran bendera merah putih itu. Begitu juga, suasana khidmat bercampur haru, tumpah ketika Indonesia Raya mengiringi pembentangannya. Bahkan akhirnya lagu kebangsaan itu diulang hingga 7 kali. Ribuan mata pun turut menjadi saksi dicetaknya rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) melalui pembentangan bendera terbesar yang dilakukan oleh TNI dan masyarakat.

Gerakan pembentangan bendera raksasa merah putih itu digagas oleh Komandan Brigief 6 Tri Sakti Balajaya Sukoharjo, Kolonel infanteri Kunto Arief Wibowo. Kepada wartawan, ia mengatakan pihaknya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada seluruh elemen bangsa dalam pembentangan bendera raksasa itu. “Saya hanya mewakili dari masyarakat yang ada di Indonesia, ujarnya, Sabtu (17/8).

Melalui pembentangan bendera tersebut, ia mengajak masyarakat agar tak melupakan sejarah, lantaran Bengawan Solo memiliki banyak cerita yang turut menyertai perjuangan bangsa. Harapan lain, dengan pembentangan bendera itu dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antar elemen bangsa. “Jangan lupa, kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Kita mau memperhatikan lingkungan dan peduli pada lingkungan,”ujarnya.

Rencananya, bila cuaca dan kondisi angin mendukung, Merah Putih raksasa itu akan dibentangkan selama 1 pekan ke depan. Hal ini,  selain sebagai hiburan bagi masyarakat juga menjadi sarana guna mengenang para pahlawan, pendahulu dan para senior yang telah gugur dalam perjuangan.

Disinggung mengenai jumlah personil yang terlibat, ia mengaku tidak dapat memastikan. Pasalnya animo masyarakat begitu hebat dalam menyambut gerakan tersebut. “Untuk personil dari kita sendiri sekitar 500 anggota lebih, tapi dari masyarakat mencapai ribuan, saya tidak bisa menghitung jumlah pastinya, ” terang Kunto Arief.

BENDERA RAKSASA - Sejumlah warga bermain air di bawah Bendera Merah Putih raksasa yang dibentangkan di atas Sungai Bengawan Solo, di Grogol, Sukoharjo,Sabtu (17/8). Bendera berukuran 130 x 90 meter itu dibentangkan untuk memperingati 68 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI. Joglosemar/Abdullah Azzam
BENDERA RAKSASA – Sejumlah warga bermain air di bawah Bendera Merah Putih raksasa yang dibentangkan di atas Sungai Bengawan Solo, di Grogol, Sukoharjo,Sabtu (17/8). Bendera berukuran 130 x 90 meter itu dibentangkan untuk memperingati 68 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI.
Joglosemar/Abdullah Azzam

Istimewanya pula, jumlah bendera ukuran standar yang dipasang di bibir sungai melebihi target. Pihaknya, tandas Arief hanya menargetkan 10 ribu bendera. “Ini lebih dari target karena masyarakat juga turut melakukan pemasangan,” ujarnya.

Sebuah komentar penuh kebanggaan teruntai dari Winarsih, warga Telekan Sukoharjo yang memang ingin menonton pembentangan bendera merah putih itu. “Saya nunggu 2 jam, jam 11 baru dimulai, mas. Yo bangga dan terharu, tadi bagus sekali seperti lautan merah putih,”ujarnya.

Senada, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya  mengakui kebanggaan atas gagasan dan kerja keras dari TNI dalam penyelenggaraan gerakan tersebut. “Saya bangga dan senang atas kerja keras TNI dan partisipasi masyarakat Sukoharjo”ujarnya.

Muri mengukuhkan pembentangan bendera tersebut sebagai rekor  baru kategori pembentangan bendera terbesar. Rekor tersebut sekaligus menumbangkan rekor pembentang bendera terbesar yang sebelumnya diraih Pangdam 9 Udayana dengan ukuran bendera 120x 70 meter.

Piagam Muri diberikan kepada Komandan Brigif 6 Trisakti Balajaya Sukoharjo selaku penyelenggara dan penggagas serta Komandan Korem 074 Warasratama Surakarta,dan Bupati Sukoharjo yang turut menyukseskan peraihan rekor tersebut. Arief  Setiyanto