Lebaran, Pedagang Ketupat Menjamur

Lebaran, Pedagang Ketupat Menjamur

420
SELONGSONG KETUPAT - Seorang penjual mengayam selongsong ketupat di Pasar Legi, Solo, Selasa (6/8). Joglosemar/Abdullah Azzam
SELONGSONG KETUPAT – Seorang penjual mengayam selongsong ketupat di Pasar Legi, Solo, Selasa (6/8). Joglosemar/Abdullah Azzam

Jika Lebaran tiba, tak lengkap rasanya bila di ruang makan tak dihidangkan ketupat. Untuk memenuhi permintaan masyarakat mengonsumsi ketupat, mendekati Lebaran kini sudah banyak ditemukan para pedagang selongsongan ketupat. Para pedagang yang menjamur bisa ditemui di pasar tradisional.

Salah seorang pedagang selongsong ketupat asal Salatiga, Juan Dianto (31), berjualan di Pasar Legi Solo mengaku semenjak Senin (5/8) sore, telah berjualan selongsong ketupat.

“Saya berjualan ketupat semenjak kemarin sore dan rencananya sampai malam takbiran. Setelah itu libur dulu untuk Lebaran, kemudian berjualan lagi ketika Lebaran ketupat,”ujarnya ketika dijumpai Joglosemar, di sela-sela berjualan, Selasa (6/8).

Dikatakan Juan, setiap tahun dirinya mencari peruntungan berjualan janur dan selongsong ketupat di Kota Solo. Disebabkan keuntungan yang didapat lebih besar dan dapat digunakan untuk Lebaran bersama keluarganya.

“Ya saat ini sudah laku, tapi lebih ramainya mungkin besok (H-1, hari ini-red) Lebaran dan puncaknya ketika Lebaran ketupat, karena waktu berjualannya lebih panjang. Saya ke sini membawa 50.000 lembar janur dan sudah laku 15.000 lembar janur,”paparnya.

Juan menerangkan, selain menjual janur, turut menerima jasa anyaman selongsongan ketupat, dengan harga per ikat atau 10 selongsong ketupatnya Rp 5.000.

Di lokasi yang sama, salah seorang pedagang selongsongan ketupat lainnya asal Boyolali, Sumarni (40) menambahkan berjualan selongsongan ketupat baru, Selasa pagi.

“Sejak kecil saya telah berjualan ketupat tiap tahunnya di sini. Saya berjualan ketupat baru pagi ini bersama dengan para saudara dan tetangga. Karena baru saja berjualan, jadi belum banyak yang beli, kemungkinan ramai pas H-1 (hari ini-red) sebelum Lebaran dan ketika Lebaran ketupat. Kalau ramai 1.000 lembar janur bisa habis, tapi kalau sepi paling menghabiskan 800-an lembar janur saja,” ucapnya.

Dijelaskan Sumarni, membuat tiga bentuk selongsongan ketupat, antara lain sinto (berbentuk diagonal layang-layang), luwar (berbentuk persegi panjang), serta bawangan (berbentuk seperti bawang).

“Per ikat isi 10 harganya Rp 5.000, biasanya per ikat selalu diselipkan satu bentuk ketupat bentuk luwar, yang untuk dipajang di luar rumah,” kata dia. Paramita Sari Indah

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR