JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Lima Dukuh di Karangmojo Kesulitan Air Bersih

Lima Dukuh di Karangmojo Kesulitan Air Bersih

582
BAGIKAN

Air Bersih Naik Rp 180.000 per tangki

Lima dukuh itu sudah menjadi langganan kekeringan. Namun, ancaman ini semakin mendekati seiring ada sejumlah warga yang punya hajat. Sekretaris Desa Karangmojo, Sudarsono

AMBIL AIR- Sejumlah warga mengambil air bersih di Sendang Duren Desa Alas Ombo Kecamatan Weru, Rabu (28/8). Joglosemar|Murniati.
AMBIL AIR- Sejumlah warga mengambil air bersih di Sendang Duren Desa Alas Ombo Kecamatan Weru, Rabu (28/8). Joglosemar|Murniati.

SUKOHARJO- Sedikitnya lima desa di Kecamatan Weru yakni Desa Karangmojo, Alas Ombo, Tawang, Jatingarang, Ngreco. Khusus Desa Karangmojo, terdapat lima dukuh yang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Lima dukuh di Desa Karangmojo Kecamatan Weru itu tersebar di Gunung Butak, Ngadisari, Putuk, Semak, dan Kalisonggo. Data pihak desa menyebutkan ada 400 kepala keluarga (KK) yang kemungkinan mengalami kekeringan.

Informasi dihimpun Joglosemar , kekeringan itu sudah terjadi sekitar dua Minggu belakangan. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, warga mulai kekurangan air bersih pasca Lebaran 2013. Karena air bersih yang biasa digunakan sudah menyusut, kalau pun ada kualitas airnya tidak bisa untuk konsumsi minum dan masak.

“Terdapat lima dukuh yang rawan kekeringan yaitu Gunung Butak, Ngadisari, Putuk, dan Kalisonggo. Namun hari ini (kemarin), Dukuh Kalisonggo sudah di-droping air bersih dari PDAM Sukoharjo,” ujar  Sekretaris Desa Karangmojo, Sudarsono saat dijumpai di salah satu rumah warga, Rabu (28/8).

Dirinya mengungkapkan, lima dukuh itu sudah menjadi langganan kekeringan. Namun, ancaman ini semakin mendekati seiring ada sejumlah warga yang punya hajat. Guna mendapatkan air bersih, warga berduyun-duyun mengambil air di Sendang Duren Desa Alas Ombo Kecamatan Weru.

“Ya jaraknya cukup jauh sekitar tiga kilometer dari dukuh mereka. Namun, ada juga yang membeli air bersih dalam bentuk tangki,” katanya.

Ia menjelaskan, harga air bersih pun saat ini sudah melambung dari angka Rp 140.000 per tangki menjadi Rp 180.000. namun, mau tidak mau harus membelinya meski mahal.

Warga Dukuh Kalisonggo, Dalino Edy Sutrisno (57) menyatakan ada dua RT di RW  VIII Desa Kalisonggo yang mulai kesulitan air bersih dalam dua Minggu terakhir. Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang terletak di RT 1 mengalir tidak stabil akibat turunnya debit air. Total ada 80 KK yang menggantungkan kebutuhan air bersih dari bak penampungan Pamsimas. Kebutuhan tidak terpenuhi hanya dari Pamsimas.

Terlebih sejak awal pekan ini, beberapa warga akan menggelar hajatan dan dipastikan kebutuhan air bersih akan meningkat. “Kalau biasanya terpenuhi hanya dari Pamsimas. Tetapi karena ada yang hajatan, warga lain harus dipasok dua tangki dari PDAM,” urainya. Murniati