JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen LKPj Terlambat, Incumbent Banyurip Akhirnya Terdepak

LKPj Terlambat, Incumbent Banyurip Akhirnya Terdepak

471
BAGIKAN

Sang incumbent yang masa akhir jabatannya tanggal 12 Juli 2013 baru menyerahkan LKPj ke BPD tanggal 27 Juni lalu.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Problem keterlambatan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) calon kepala desa (Kades) berlabel incumbent kembali memakan korban. Setelah Kades Tangkil, Suwondo gugur di detik akhir, kali ini giliran Kades Banyurip, Tukiman harus menerima nasib serupa.

Tukiman dinyatakan gagal setelah rapat pleno terakhir penetapan bakal calon menjadi calon, Kamis (15/8). Panitia memutuskan ia tak lolos karena terlambat menyampaikan LKPj Akhir Masa Jabatan (AMJ) ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) ke bupati lewat camat, dan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (IPPD) ke masyarakat.

Ketua Panitia Pilkades Banyurip, Lasiyo mengatakan sang incumbent yang masa akhir jabatannya tanggal 12 Juli 2013 baru menyerahkan LKPj ke BPD tanggal 27 Juni lalu. Sementara, menurut aturan mestinya LKPj, LPPD, maupun IPPD diserahkan paling lambat 12 Maret 2013 atau empat bulan sebelum masa jabatannya berakhir.

Selain Tukiman, dua calon lain yakni Kisworo dan Hari Cahyono juga gagal. Kisworo gagal karena berkas lamarannya banyak tak lengkap, sedangkan Hari mengajukan pengunduran diri di detik akhir menjelang penetapan. Dengan gugurnya tiga calon, Pilkades Banyurip yang dihelat 24 Agustus hanya diikuti dua calon yakni mantan Carik Desa, Suparmin dan Roni Juan Atmojo.

“Ya, hasil pleno panitia memutuskan hanya dua yang lolos. Calon incumbent Tukiman gagal karena LKPj-nya diserahkan melebihi batas waktu empat bulan seperti yang ditentukan dalam Perda No 6/2006. Kami panitia hanya berpedoman pada aturan,” ujar Lasiyo didampingi Camat Sambungmacan, Bambang EBS usai rapat penetapan di Balai Desa Banyurip kemarin.

Situasi sempat memanas karena terjadi interupsi dari puluhan massa pendukung Tukiman yang mencoba mengintervensi panitia. Namun, panitia yang didampingi camat, Kapolsek AKP Agus Taruna, dan Danramil, tetap pada keputusan. Suasana baru mereda setelah massa mendapat penjelasan bahwa kegagalan Tukiman lebih karena penyerahan LKPj AMJ-nya yang memang melanggar aturan.

Memanasnya situasi di Banyurip bahkan membuat Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando sampai terjun langsung ke balai desa untuk memantau situasi. Namun ia bersyukur karena semua pihak akhirnya bisa menerima. Kendati demikian, pihaknya tetap akan menginstruksikan Polsek untuk bersama Danramil terus memantau perkembangan dan situasi di Banyurip sampai tahapan pemungutan suara. Wardoyo