Lukminto Mangkir Lagi, Hakim Berang

Lukminto Mangkir Lagi, Hakim Berang

506
KEMBALI MANGKIR-Terdakwa Anthon Wahju Pramono,saat mengikuti persidangan  dalam lanjutan perkara dugaan pengancaman pembunuhan terhadap pemilik PT. Sri Rejeki Isman Textile HM Lukminto di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (29/8). Bos Sritex HM Lukminto kembali mangkir menjadi saksi dalam persidangan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.
KEMBALI MANGKIR-Terdakwa Anthon Wahju Pramono,saat mengikuti persidangan dalam lanjutan perkara dugaan pengancaman pembunuhan terhadap pemilik PT. Sri Rejeki Isman Textile HM Lukminto di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (29/8). Bos Sritex HM Lukminto kembali mangkir menjadi saksi dalam persidangan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.

SOLO—Untuk kedua kalinya, pemilik PT Sritex, HM Lukminto mangkir dalam sidang lanjutan kasus sms ancaman terhadap dirinya dengan terdakwa Anthon Wahju Pramono, Kamis (29/8). Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor itu, Lukminto beralasan masih berada di Singapura karena menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Raharjo mengatakan, Lukminto masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura. “Kita sudah semaksimal mungkin memanggil saksi korban. Kami baru mengetahui kalau saksi masih di Singapura setelah ada surat dari dokter Gatot Sulistyo yang isinya menerangkan bahwa saksi korban masih menjalani pemeriksaan di Singapura,” kata Yogi.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Sementara itu, tim penasihat hukum terdakwa yang dipimpin oleh Hotma Sitompul mengaku keberatan dengan alasan yang dikemukakan oleh JPU terkait mangkirnya Lukminto.

Hotma menduga surat dari dokter yang diberikan kepada JPU yang menerangkan bahwa Lukminto masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura palsu. Bahkan pihaknya sudah mengecek ke kantor Imigrasi, dan ternyata Lukminto tidak ke luar negeri.

“Kita sudah cek ke Dirjen Imigrasi, sejak tanggal 10 Agustus lalu, saksi pelapor itu tidak pernah ke luar negeri. Tapi di sisi lain ada surat dari imigrasi Yogyakarta yang menyatakan Lukminto ke luar negeri. Jelas ini ada rekayasa,” terang Hotma.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Pihaknya, lanjut Hotma, berniat melaporkan balik Lukminto ke polisi karena diduga telah membuat surat dan data palsu. “Dengan tidak mau hadir ke persidangan, maka Lukminto jelas melecehkan lembaga peradilan. Tidak ada warga negara yang istimewa di hadapan hukum,”ujar Augustinus Hutajulu, penasihat hukum lainnya.

”Perbuatan membuat surat secara palsu itu melanggar pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ancaman hukumannya tujuh tahun,”  tandas Hutajulu.

Mendengar pemaparan JPU yang tak bisa mendatangkan Lukminto, membuat Ketua Majelis Hakim, Herman H Hutapea berang dan mendesak agar JPU berupaya menghadirkan Lukminto.

“JPU jangan cengeng, hanya berpedoman pada surat dari satu dokter. Tapi harus mencari second opinion dari dokter pemerintah. Ini untuk membuktikan benar tidaknya saksi pelapor (Lukminto) itu sakit,” ungkap Herman.

Selanjutnya, majelis hakim menunda persidangan kasus itu pada tanggal 12 September mendatang. Rudi Hartono

BAGIKAN