JOGLOSEMAR.CO Foto Mahasiswa Kutuk Pembantaian di Mesir

Mahasiswa Kutuk Pembantaian di Mesir

232
BAGIKAN
DUKUNGAN UNTUK MESIR--Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan aksi di Bundaran Gladag, Solo, Rabu (21/8). Dalam aksi tersebut mereka mengutuk pembantaian yang dilakukan oleh militer Mesir. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
DUKUNGAN UNTUK MESIR–Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan aksi di Bundaran Gladag, Solo, Rabu (21/8). Dalam aksi tersebut mereka mengutuk pembantaian yang dilakukan oleh militer Mesir. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

PASAR KLIWON- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan Solo menggelar aksi untuk mengutuk pembantaian di Mesir oleh pihak militer. Aksi tersebut digelar di Bundaran Gladak, Rabu (21/8).

Dalam aksinya, para mahasiswa menggelar spanduk berisi kecaman terhadap aksi pembantaian yang menewaskan ratusan orang itu. Mereka menyayangkan aparat militer yang menembaki secara membabi-buta warga yang

melakukan aksi damai di Lapangan Rabiah al Adawiyah dan Bundaran Al Nadhah.

“Itu merupakan kezaliman yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan Islam. Sudah seharusnya kita melindungi dan membantu saudara-saudara kita yang ada di Mesir,” ujar salah satu orator aksi, Rohmadi.

Menurutnya, tragedi yang ada di Mesir saat ini merupakan tragedi yang luar biasa dan sangat memilukan hati. Karena atas nama demokrasi, aparat militer dengan keji dan kejam membantai warga yang tidak berdosa.

Aksi kejam yang dilakukan oleh militer Mesir itu, menurut mereka merupakan sebagai bentuk loyalitas terhadap Amerika Serikat. Di mana itu bertujuan untuk menjamin suplai energi murah terutama minyak. Aparat militer seharusnya bertugas untuk melindungi rakyat bukan malah sebaliknya membantai. “Lewat aksi ini kami mengutuk tindakan rezim militer di Mesir. Harusnya militer itu melindungi warga bukan sebaliknya,” kata Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan Pusat, Dimas Gusti Randa.

Mereka menilai, kudeta terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi oleh militer telah menyalahi dan melanggar demokrasi yang ada. Padahal Presiden Mursi terpilih melalui proses demokrasi yang baik dan dipilih oleh rakyat. “Tapi ia malah dikudeta, ini menandakan jika demokrasi yang ada merupakan demokrasi berstandar ganda bukan?“ imbuh dia.

Ari Welianto