JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Mahasiswi Jepang Tertarik Bahasa Indonesia

Mahasiswi Jepang Tertarik Bahasa Indonesia

1560
BAGIKAN
BELAJAR GAMELAN--Tampak keenam mahasiswa asal Jepang belajar memainkan gamelan Jawa di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (19/8)
BELAJAR GAMELANTampak keenam mahasiswa asal Jepang belajar memainkan gamelan Jawa di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (19/8)

SURABAYA—Seorang mahasiswi dari Setsunan University di Osaka, Jepang, Nanaho Miyake, mengaku awalnya tidak tertarik belajar Bahasa Indonesia, namun akhirnya tertarik karena keindahan alam dan ragam budaya Nusantara.

“Awalnya, saya tidak tertarik Bahasa Indonesia, tapi saya tertarik dengan alam Indonesia yang indah dan banyak suku bangsa dengan bermacam-macam budaya,” katanya di sela-sela seminar internasional di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Selasa (20/8).

Ia mengaku sudah berkeliling Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Bali. “Saya ke Bali sudah dua kali, kalau ke Surabaya justru untuk belajar,” katanya. Baginya, Surabaya adalah kota yang cocok. “Surabaya lebih sejuk daripada Jepang di musim panas, makanan juga cocok, saya suka bebek goreng dan soto ayam,” katanya.

Namun, orang Indonesia secara umum sangat berbeda dengan orang Jepang. “Orang Indonesia itu kalau bertemu suka salaman dan suka menyapa, kalau di Jepang tidak seperti itu, di sini ramah,” katanya.

Ditanya kesulitan belajar Bahasa Indonesia, mahasiswi Jurusan Bahasa Melayu di Setsunan University itu mengaku Bahasa Indonesia lebih mudah daripada Bahasa Inggris. “Saya belajar di sini satu semester dan 22 Agustus ini mau pulang (ke Jepang),” kata mahasiswi angkatan 2011 yang mengaku sudah mempelajari tiga tari tradisional Indonesia itu.

Selama berada di Surabaya, ia sudah mengunjungi Tugu Pahlawan, Kebun Binatang Surabaya, dan lokasi lainnya. “Saya juga suka di Unitomo, mahasiswa sini cepat akrab,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Dekan Fakultas Sastra Unitomo Surabaya Dra Cicilia Tantri Suryawati MPd mengaku Unitomo Surabaya sudah menjalin kerja sama dengan Setsunan University sejak tahun 1998. “Awalnya ada 20 mahasiswa Setsunan yang belajar di sini, tapi sejak ada krisis moneter di Indonesia, maka mereka tidak mengirimkan lagi sejak tahun 2000 dan ada lagi pada tahun 2007,” katanya.  Antara