Malam Ini, Pesta Fashion Batik Dimulai

Malam Ini, Pesta Fashion Batik Dimulai

646

sbfSolo menahbiskan diri sebagai kota batik. Beragam cara dilakukan oleh Solo untuk menggaungkan batik sebagai ikon budaya. Sejak tahun 2008, Solo pun menggelar Solo Batik Fashion (SBF). Event tahunan ini digelar untuk menggaet hati anak muda yang kadung suka dengan  fashion yang berkiblat pada Barat.

SBF kembali digelar untuk yang kelima kalinya di Balaikota Solo, mulai pukul 19.00 WIB, Jumat-Minggu (30/8-1/9). Mengambil tema Bunga Rampai Indonesia, SBF 5 bakal melibatkan sekitar 30-an desainer dari Solo, Semarang, Jogja, Surabaya dan Pekalongan. Para desainer akan beradu rancang busana dipamerkan di catwalk outdoor.

Berbeda dengan event sebelumnya, acara ini akan menyuguhkan ragam batik di Nusantara. Bahwa masing-masing daerah memiliki motif dan ciri khas batik. Melalui tajuk ini, diharapkan para desainer akan menyajikan ragam kain yang tak populer di kalangan masyarakat. Acara SBF diharapkan bisa memberikan edukasi pada masyarakat publik tentang khazanah kain tradisional di Nusantara.

“Meski menonjolkan kain tradisional, tetapi nanti karakteristik batik harus tetap mendominasi dalam garis rancang modenya. Batik yang diusung pun bukan hanya batik Solo ataupun Jogja. Tetapi juga batik dari berbagai belahan daerah lain, seperti batik khas Papua ataupun Kalimantan sekalipun. Nanti kita juga akan menyuguhkan koleksi busana tempo dari keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran, “ urainya.

Dalam SBF ini nanti juga akan disajikan batik ramah lingkungan oleh Clean Batik Initiative (CBI) dengan tajuk Ecobatik Signature Collection. CBI Signature bakal memamerkan koleksi batik ramah lingkungan dari  Carmanita, Lenny Agustin dan Batik Fraktal. CBI Signature ini nantinya sebagai gong pamungkas acara, Minggu (1/9).

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Widdi Srihanto menyebutkan acara peragaan busana seperti ini sejatinya merupakan bagian dari upaya lanjutan mempertahankan Solo sebagai kota batik.

Sembari membangkitkan UKM batik untuk mendukung perekonomian masyarakat, Pemkot Solo men-suport perkembangan tren fashion batik yakni dengan pagelaran acara seperti SBF. “Dua hal ini berkesinambungan. Desain fashion batik semakin kreatif dengan dukungan dari perkembangan UKM batik, “ tuturnya.

Menurut Widdi, acara SBF ini diharapkan menjadi bahan perbandingan ataupun pembelajaran bagi para desainer asal Solo. “Kreasi, eksplorasi dan desain busana dari perancang busana luar kota bisa menjadi pandangan desainer Solo untuk lebih kreatif dan bisa bersaing untuk tingkat nasional, “ harapnya. Cisilia Perwita S

BAGIKAN