Maling Bobol Kantor Desa Soco

Maling Bobol Kantor Desa Soco

264
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Aksi pencurian dengan sasaran kantor desa kembali terjadi di Wonogiri. Kali ini kawanan pencuri menyatroni Kantor Desa Soco, Kecamatan Slogohimo. Akibat kejadian tersebut pihak desa mengalami kerugian Rp 7,6 juta.

Kepala Desa Soco, Sumantri mengatakan barang yang hilang di antaranya dua CPU, dua monitor, dua keyboard, serta dua mouse. Meski masih ada printer, namun masih berada di tempatnya. “Kerugian sekitar Rp 7,6 juta. beruntung data penting ada di komputer ketiga. Dua komputer itu juga ada kopiannya, tapi master di komputer lama. Komputer itu saya taruh di rumah untuk kerja sewaktu-waktu. Tadinya rusak. Printer juga masih ada di kantor, tidak dibawa maling,” ujar Sumantri, Rabu (28/8).

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Dikatakan Sumantri, lokasi kantor desa memang cukup jauh dengan daerah perkampungan. Pencuri masuk memalui pintu kantor dengan cara merusak pintu. Diduga maling masuk setelah pukul 01.00 WIB, Selasa (27/8) dini hari. Ia menjelaskan, sebelum kejadian pencurian di kantor desa, sebelumnya pencurian sama menimpa beberapa sekolah SD di desa dengan waktu hampir bersamaan.

“Sepertinya pencuri memanfaatkan waktu dini hari untuk memuluskan aksinya. Karena pada saat waktu tersebut tidak ada orang sama sekali,” katanya.

Tidak hanya itu, di Desa Tunggur masih di kecamatan yang sama sekitar satu setengah bulan lalu juga ada SD yang kemalingan.

Terpisah Kades Tunggur, Titik Sri Suyatni mengatakan, wilayah kami memang baru banyak yang kemalingan. Kebanyakan SD yang jadi sasaran, kalau kantor desa baru pertama kali di Soco. Di Desa Tunggur ada dua SD yang kemalingan. Sama juga, yang diambil uang yang ada di ruang dan komputer serta LCD Projector. Laptop. Di Desa Waru juga ada SD kemalingan.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Satu Panggung untuk Keragaman Bangsa

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kapolsek Slogohimo AKP Sagiyarta membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pelaku kemungkinan lebih dari satu orang. “Tidak ada saksi dalam kejadian itu. Warga kami imbau waspada, terlebih untuk penjagaan di sekolah-sekolah dan kantor desa. Biasanya sekolah atau kantor yang jauh dari pemukiman yang menjadi sasaran. Kita tingkatkan patroli juga,” katanya. Eko Sudarsono

BAGIKAN