JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Internasional Masuk Kandang Macan

Masuk Kandang Macan

290

Dari dua pertemuan di Serie A musim lalu, Sampdoria mampu menang, baik di kandang sendiri (3-2) maupun kandang Juve (2-1).

Juventus
Juventus

GENOA–Juventus memang punya rekor bagus saat menghadapi Sampdoria di Seri A. Namun jelang duel keduanya di laga pembuka musim ini, Si Nyonya Tua patut waspada.

Juve akan memulai langkahnya mempertahankan gelar juara Liga Italia di kandang macan, Luigi Feraris, Minggu (25/8) dini hari WIB, menghadapi tuan rumah Sampdoria. Menilik statistik pertemuan kedua tim, Lorenzo De Silvestri memiliki keyakinan Il Samp memiliki potensi yang besar untuk mengalahkan Bianconeri.

Ya, Sampdoria memang patut berbangga hati. Dari dua pertemuan di Serie A musim lalu, Sampdoria mampu menang, baik di kandang sendiri (3-2) maupun kandang Juve (2-1).

“Juventus memiliki kemampuan menjuarai semua kompertisi yang mereka ikuti, tapi hal itu tak membuat Anda mesti merasa kalah dari mereka sebelum kick-off,” ujar De Silvestri, seperti dikutip goal.com dari football-itaia.net, Jumat (23/8).

“Kemenangan di Turin musim lalu adalah anugerah. Kini kami sangat termotivasi bermain di depan publik sendiri,” tandasnya. Namun diakui De Silvestri, saat ini Juve dipastikan lebih kuat lantaran sudah mendapatkan sejumlah penggawa anyar berbahaya macam Carlos Tévez dan Fernando Llorente.

Ditambah lagi hasil kerja keras di kamp latihan yang diimplementasikan pada beberapa laga pramusim yang berakhir positif. “Sepanjang musim panas, kami sudah mendengar tentang kerja keras mereka yang dipimpin pelatih Antonio Conte. Tetapi, saya ingin lebih memperhatikan internal Juve sendiri. Juve sudah merupakan tim tangguh musim lalu dan sekarang mereka lebih tangguh lagi,” timpal Lorenzo De Silvestri.

“Kemenangan di Juventus Stadium (Januari lalu) itu bagaikan dongeng. Sebuah laga yang sempurna untuk dimenangkan. Kami hanya bermain dengan 10 orang dan Mauro Icardi yang baru memainkan laga kedua, mencetak dua gol yang luar biasa,” lanjut De Silvestri.

“Selanjutnya di laga kandang, kami ingin memberi kepuasan pada fans setelah serangkaian kekecewaan. Saat itu kami sangat termotivasi, sementara Juve datang ketika scudetto sudah ada di genggaman mereka,” pungkasnya.

Hal senada juga dilontarkan gelandang Manolo Gabbiadini. Ia malah menganggap biasa pertemuan dengan bekas klubnya itu. Juve membeli hak penuh Gabbiadini dari Atalanta awal musim panas ini, namun langsung menjual separuh kepemilikan, juga hak untuk memainkannya di musim baru, kepada Sampdoria. “Ini akan menjadi sebuah laga seperti yang lainnya,” kata Gabbiadini kepada Il Corriere dello Sport.

“Akankah saya berselebrasi jika mencetak gol? Kita lihat saja dulu apakah saya akan menggetarkan jala mereka,” ucap pemuda 21 tahun tersebut. “Pertahanan Juventus sangat kuat, mereka semua pemain internasional Italia. Tetapi mereka juga bisa membuat kesalahan-kesalahan dan kami harus siap memaksimalkannya,” pungkas penggawa Azzurrini alias Italia U-21 ini.

Mantan pelatih I Bianconeri, Luigi Del Neri, berujar, sejak ditangani oleh Antonio Conte, si Nyonya Tua memang menjadi momok menakutkan bagi tim peserta Serie A lainnya. Tercatat Juve baru kalah lima kali dari 76 laga Serie A.

Awal musim ini, mereka sukses meraih trofi Piala Super Italia usai mengalahkan Lazio dengan skor telak 4-0. Kondisi tersebut yang membuat Del Neri menjagokan Juve meraih gelar scudetto ketiganya secara beruntun.

“Setelah menyaksikan mereka di Piala Super Italia melawan Lazio, Anda harus menganggap mereka sebagai kandidat juara,” ungkap Del Neri.

“Mereka punya kualitas dan karakter, telah dibangun dengan baik oleh pelatih (Antonio Conte) dan memiliki jaminan di saat tim yang lain tidak,” sambungnya.

Del Neri juga mengapresiasi keputusan Juventus yang membeli Carlos Tevez dari Manchester City pada jendela transfer musim panas ini. “Mereka memperkuat skuat dengan cerdas. Perekrutan Carlos Tevez merupakan langkah bisnis yang luar biasa,” nilainya. Detik | Okezone | Tri Hatmodjo

BAGIKAN