JOGLOSEMAR.CO Foto Melintas Waktu Lewat Solo Tempo Doeloe

Melintas Waktu Lewat Solo Tempo Doeloe

724
PAMERAN FOTO SOLO TEMPO DULU--Pengunjung Taman Balekambang mengamati sejumlah foto yang dipaerkan dalam Pameran Foto Solo Tempo Dulu di Taman Balekambang, Banjarsari, Solo, Kamis (15/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
PAMERAN FOTO SOLO TEMPO DULU–Pengunjung Taman Balekambang mengamati sejumlah foto yang dipaerkan dalam Pameran Foto Solo Tempo Dulu di Taman Balekambang, Banjarsari, Solo, Kamis (15/8).
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Tiga ratus lembar foto reproduksi itu tertata rapi di bawah pohon beringin. Posisinya hanya beberapa meter di depan Kolam Partini Tuin Taman Balekambang. Foto yang dicetak di atas artpaper ukuran A3 plus terpasang di sketsel bambu yang mengitari pohon tua tersebut. Hartono (24), pun tertegun di depannya.

Lama dipandanginya foto pasukan kavaleri yang merupakan bagian Legiun Mangkunegaran di depan markasnya. Gambar sosok Mangkunegara VII sebagai panglima pasukan elit itu juga berhasil mencuri perhatiannya. Dokumentasi sejarah itu rupanya berhasil melengkapi imajinya yang selama ini masih abstrak.

Pecinta karya-karya Pramodya Ananta Toer itu seperti dibawa melintas waktu ke era  1800 hingga awal 1900. Baginya, masa itu penting karena menjadi latar belakang novel Tetralogi Buru yang merupakan karya fiksi favoritnya dari seorang Pram.

“Selama ini saya selalu penasaran, seperti apa kehidupan di masa itu. Misalnya, seperti apa kegagahan Legiun Mangkunegaran yang disebut-sebut dalam novel Pram itu. Akhirnya saya dapat jawabannya di sini. Ini menarik sekali,” tuturnya.

Hartono sendiri berhasrat mengoleksi foto-foto dokumentasi sejarah semacam itu. Menurutnya, satu gambar saja bisa punya seribu cerita dibaliknya. “Menikmati dokumentasi sejarah itu selalu mengasyikkan. Banyak yang bisa kita pelajari di sana,” kata pehobi fotografi itu.

Foto yang dipajang itu merupakan salah satu sajian dari acara Bakdan Ing Balekambang. Pameran foto bertajuk Solo Tempo Doeloe itu mampu menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang datang ke acara itu.

Rekaman sejarah itu memang banyak menampilkan cuplikan kisah Mangkunegara VII, yang merupakan pemrakarsa Taman Balekambang tersebut. Ditampilkan pula foto masa muda kedua putrinya, GRAy Partinah dan GRAy Partini, yang menjadi inspirasi pembuatan taman kota itu. “Memang koleksi foto banyak didominasi kisah Mangkunegaran, karena taman ini peninggalan Mangkunegara VII. Tetapi kami juga tampilkan beberapa foto dokumentasi tempat-tempat yang menjadi ikon kota. Seperti Pasar Gede, Pasar Legi dan Masjid Ageng Kasunan Surakarta,” tutur Koordinator Sinergi Media Wisata, Irawan, selaku pelaksana acara itu.

Koleksi foto itu sengaja dipersiapkan untuk kegiatan Bakdan Ing Balekambang. Menurutnya, butuh waktu setidaknya seminggu untuk mengumpulkan materi dari perpustakaan Mangkunegaran maupun Keraton Kasunan Surakarta.

Sayang, sejumlah foto yang dipasang masih minim keterangan. Hal itu membuat para pengunjung kesulitan memahami peristiwa di dalamnya. “Kami sendiri kesulitan menemukan data pelengkapnya, karena data di perpustakaan tersebut juga sangat terbatas.  Kalau ada pengunjung yang punya referensinya kami terbuka menerima, “ tambah Koordinator Lapangan Muklis Marsanto.  Dini Tri Winaryani

BAGIKAN