Mengais-ngais Diantara Puing-puing, Pemilik Kios Mengharap Bantuan Pemerintah

Mengais-ngais Diantara Puing-puing, Pemilik Kios Mengharap Bantuan Pemerintah

278
MENGAIS SISA-SISA KEBAKARAN--Pedagang di pusat penjualan buku murah di Kawasan Sriwedari mengais sisa-sisa buku dagangan mereka yang telah terbakar, Kamis (1/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENGAIS SISA-SISA KEBAKARAN–Pedagang di pusat penjualan buku murah di Kawasan Sriwedari mengais sisa-sisa buku dagangan mereka yang telah terbakar, Kamis (1/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Sebagian kios-kios buku Sriwedari yang dibangun sekitar tahun 1983 terbakar Rabu malam (31/7). Banyak kerugian yang didapatkan dari musibah tersebut. Sejumlah kios hangus. Demikian juga dengan tumpukan buku yang dijual disana.

Sementara Kamis (1/8) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Anshori (50) tampak tengah memandang kios miliknya dengan mata yang sayu. Warga Begalon ini mengais-ngais diantara tumpukan puing-puing. Buku-buku menjadi abu. Habis dilalap api tanpa sisa.

Anshori mengatakan, pihaknya mulai berjualan buku di Sriwedari sejak tahun 1979. Awalnya ia berjualan dengan menggunakan gerobak. Kemudian kios-kios yang terbuat dari kayu bermunculan, hingga oleh pemerintah dibangunkan kios baru.

“Tidak ada yang tersisa. Tinggal puing-puing. Saat ini saya belum dapat menafsirkan berapa besar kerugian saya. Satu buku harganya paling murah sekitar Rp 20.000. Tinggal dikalikan ribuan. Saya berharap ada bantuan pemerintah. Kalau tidak ya nganggur. Belum masih harus mikir nyicil buku yang masih hutang,” terang pria yang mengenakan jaket warnabiru dengan topi hitam ini.

Terpisah, Endang Agus (49) yang juga pedagang buku, bersama suaminya juga tampak tengah mencari barangkali masih ada buku utuh diantara puing-puing. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 100 Juta. “Tempat saya grosir. Bukunya baru-baru. Waktu kebakaran sempat mau mengeluarkan buku-buku. Tapi api cepat sekali jadi gak berani. Yang terbakar ya buku pelajaran dan umum. Ni tidak tahu apa masih laku dirosokan (buku yang terbakar-<I>Red<I>),” jelasnya sambil mengumpulkan buku-buku yang masih utuh.

Suami Endang, Purwadi (54) menambahkan dulu sekitar tahun 1980-an pihaknya membeli kios ini ke pemkot dengan harga Rp 1,7 Juta. “Itu saja dicicil. Sekarang harga kios mencapai Rp 50 Juta. Tapi sekarang sudah ada pemiliknya semua,” akunya.

Pihaknya berharap akan ada bantuan dari pemerintah. “Kalau diperbaiki pemkot pasti karena disini kami hak pakai bangunan. Tapi kalau mengganti kerugian, tidak tahu,” jelasnya.

Sementara itu Jl. Kebangkitan Nasional depan kios tersebut hingga kemarin masih di tutup dan dijaga oleh Linmas. “Kita amankan sepanjang 200 meter. Ini juga untuk mengantisipasi adanya pemulung dan orang yang mencari-cari. Kami kan tahu siapa pemilik kios. Dan jalan kita tutup sampai selesai ovakuasi,” Kata Yosi, Linmas Sriwedari. Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN