JOGLOSEMAR.CO Foto Menguatkan Solo sebagai Kota Fashion Batik

Menguatkan Solo sebagai Kota Fashion Batik

510
SOLO BATIK FASHION 5-Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo (tengah) beserta Ketua Panitia Batik Fashion 5, Djongko Rahardjo (dua kiri) dan Direktur desain dan arsitektur, Ir. Zoraida Ibrahim MM (empat kanan) yang mewakili Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media Iptek secara simbolik membuka event Solo Batik Fashion 5 yang diselenggarakan di halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (30/8) malam. Sekitar 30 desainer menyemarakkan agenda tahunan Kota Bengawan tersebut yang berlangsung mulai tanggal 30 Agustus sampai 1 September 2013. Joglosemar/Yuhan Perdana
SOLO BATIK FASHION 5-Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo (tengah) beserta Ketua Panitia Batik Fashion 5, Djongko Rahardjo (dua kiri) dan Direktur desain dan arsitektur, Ir. Zoraida Ibrahim MM (empat kanan) yang mewakili Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media Iptek secara simbolik membuka event Solo Batik Fashion 5 yang diselenggarakan di halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (30/8) malam. Sekitar 30 desainer menyemarakkan agenda tahunan Kota Bengawan tersebut yang berlangsung mulai tanggal 30 Agustus sampai 1 September 2013. Joglosemar/Yuhan Perdana

Pesta fashion kostum batik dimulai Jumat (30/8) malam di pelataran Balaikota. Mengambil tempat outdoor, pembukaan sedikit terganggu saat guyuran hujan malam kemarin.

Namun, guyuran air itu terlihat tak menyurutkan penonton untuk menikmati koleksi batik dari para desainer. Untung hujannya cuma beberapa menit, walhasil sajian lenggak-lenggok model dengan kostum batiknya bisa kembali dinikmati oleh publik Solo.

Peragaan adi busana ini dimulai dengan sajian kostum busana tempo dulu dari Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Menariknya peragaan kostum

dari Keraton Surakarta dibawakan secara langsung oleh putra putri dan cucu dari PB XII dan XIII.

Ya, meski hanya tampil dalam sekian menit, namun fashion show cultural herritage ini bisa memberikan khazanah kepada masyarakat tentang kostum yang digunakan abdi dalem, maupun raja di keraton dan Mangkunegaran. Beberapa karya yang ditampilkan seperti, Putra Mekak Sabukwala, Putri Pinjung Kencong, Kebaya Cekak, Kebaya Panjang, maupun kostum lainnya.

Selang beberapa waktu Himpunan Ratna Busana Surakarta tampil dengan busana kebaya Jawa klasik dengan jarit motif batik. Meski klasik, terlihat busana tersebut memberikan kesan pemakainya memesona. Ditambah dengan iringan musik keroncong membikin pemakainya terlihat sempurna. Fashion show ini semakin menguatkan bahwa Solo memang pantas untuk dijadikan inspirasi dalam fashion batik.

Sebelum lenggak-lenggok model, acara dibuka dengan sambutan dari Ir. Zoraida Ibrahim MM, Direktur Desain dan Arsitektur yang mewakili Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media Iptek. Dalam kesempatan tersebut, Zora mengapresiasi publik Solo yang begitu getolnya dalam mengembangkan batik.

“Ini awal pertanda baik, bahwa kreatifitas desainer kota Solo mampu memberikan sentuhan terbaik lewat karya kostumnya. Ini merupakan salah satu modal yang utama untuk pembangunan bangsa, dan mematenkan batik sebagai warisan luhur bangsa,” ujarnya.

Diakui olehnya, UKM batik kian tahun semakin meningkat. Menurutnya acara seperti ini sangat mendukung dalam peningkatan UKM. Instansinya mencatat tiap tahun UKM batik di Indonesia terus mengalami peningkatan sekitar 1,1 persen. Dari perkembangan tersebut, kota Solo juga andil dalam perkembangan itu. Hal tersebut tak terlepas Solo yang menyandang kota batik.

Terpisah Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengajak seluruh masyarakat kota Solo khususnya untuk ikut serta memajukan batik Nusantara. Rudy, sapaan akrabnya lebih menyoroti para generasi muda yang memiliki peran strategis dalam mengeksplorasi batik. “Generasi muda lebih mampu untuk menyumbangkan ide-ide brilianya melalui sebuah karya kostum batik,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Solo, Widdi Srihanto mengajak seluruh masyarakat, baik pengusaha, UKM, maupun masyarakat lainya ikut aktif mempertahankan kota Solo sebagai julukan kota batik. “Jika masing-masing elemen terjalin kerja sama yang baik maka perekonomian Solo terus bergeliat dengan eksistensi UKM batiknya, “ inginnya.

Hari pertama SBF 5 diisi dengan peragaan busana dari Andreas Haris, Titi Meinawati, Ucok M Sirait, Riya Batik, Rendy Hapsanto, Ikatan Alumni Susan Budiharjo, Danar Hadi. Sementara untuk mini show diisi dengan koleksi dari Batik Keris dan Ramadhani. Raditya Erwiyanto

BAGIKAN