JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Mesir Terancam Rusuh Lagi

Mesir Terancam Rusuh Lagi

284
BAGIKAN

Selama berkuasa, Mubarak menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi ilegal. Bisa diprediksi, jika bebas, massa Ikhwanul Muslimin akan semakin marah, dan potensi kerusuhan pun semakin besar.

AKSI PROTES MESIR
AKSI PROTES MESIR

KAIRO—Belum lagi selesai masalah pembunuhan massal anggota Ikhawul Muslimin, Mesir dikhawatirkan terancam akan dilanda kerusuhan yang lebih besar. Keputusan Pengadilan Mesir yang kemungkinan besar akan membebaskan mantan Presiden Husni Mubarak, dikhawatirkan bisa memicu terjadi pergolakan lagi.

Akan tetapi, pengadilan di Mesir menyatakan akan mengkaji ulang petisi untuk pembebasan Mubarak. Hal itu disampaikan oleh sumber di pengadilan. Sumber tersebut mengatakan bahwa pengadilan akan melakukan pertemuan di penjara Kairo, tempat di mana Mubarak kini ditahan. Dengan demikian, bisa saja Pemerintah Mesir tetap menahan Mubarak.

Mubarak sebelumnya dilengserkan dari kekuasaannya pada 2011 lalu. Usai Mubarak lengser, Mohammad Mursi naik ke kursi presiden dengan dukungan dari Ikhwanul Muslimin. Namun, kini Mursi dilengerkan dari kekuasaannya oleh militer pada 3 Juli 2013 lalu.

Setelah dilengserkan, Mubarak diadili atas tuduhan korupsi. Selain itu dirinya juga dituduh melakukan pembunuhan terhadap pengunjuk rasa anti-kekuasaan Mubarak.

Selama berkuasa, Mubarak menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi ilegal. Bisa diprediksi, jika bebas, massa Ikhwanul Muslimin akan semakin marah, dan potensi kerusuhan pun semakin besar. Belum lagi, jika sampai Mubarak berhasil menghimpun lagi kekuatannya terdahulu untuk membalas dendamnya kepada Ikhwanul.

Mengenai kabar bebasnya Mubarak, pengacaranya, Fareed el Deeb, mengatakan pihak Pengadilan Mesir mengeluarkan keputusan membatalkan tuduhan atas salah satu kasus korupsi yang diarahkan kepada mantan pemimpin berusia 85 tahun itu.

Turki Tuding Israel

Sementara itu, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan tuduhan keras kepada Israel mengenai krisis yang terjadi di Mesir. PM Erdogan menuduh Israel berada di balik tergulingnya mantan Presiden Mesir Mohammad Morsi.

Erdogan mengaku memiliki bukti kuat atas kecurigaan keterlibatan Israel terkait kondisi di Mesir saat ini. “Siapa berada di balik (lengsernya Mursi) ini semua? Israel yang melakukannya. Kami punya bukti atas keterlibatan mereka,” tuduh Erdogan, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/8).

Menurut Erdogan, pada 2011 lalu, terjadi pertemuan antara Menteri Kehakiman Israel dengan intelektual Prancis. Menurut Erdogan, dalam pertemuan itu menyatakan Ikhwanul Muslimin tidak akan berkuasa penuh meskipun memenangkan pemilu.  Okezone | Reuters | Niko Fediyanto