JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah Mimpi Ibu Bikin Kolak

Mimpi Ibu Bikin Kolak

1126
BAGIKAN

NGIMPI IBU BIKIN KOLAKBulan puasa boleh saja sudah lewat dua minggu. Tetapi bagi Dul Kenthut terasa baru kemarin. Pasalnya Dul Kenthut punya pengalaman lucu. Puasa tahun ini dirasakan Dul Kenthut sangat berbeda dengan tahun lalu.  Hal itu karena pekerjaan yang ditekuninya berbeda.

Tahun lalu, ia bekerja di sebuah toko besi. Meski berat, tetapi ia masih terlindung dari terik matahari. Berbeda dengan puasa tahun ini. Ia kebetulan bekerja serabutan, dan lebih banyak bekerja di bawah terik matahari.

Waduh… panase kaya ning neraka,” gumam Dul Kenthut sambil mengusap keringatnya. Siang itu memang panas bukan main.

Halah! Panas seperti ini bukan apa-apa kalau dibandingkan panasnya neraka. Baru semlengetmanget-manget,” tukas Jim Belong, teman kerjanya.

Meski begitu, Dul Kenthut dan teman-temannya ternyata hebat juga. Mereka tidak satu pun yang tergoda untuk membatalkan puasanya. Tidak terasa, sore pun datang. Dul Kenthut dan teman-teman kerjanya segera pulang.

Sampai di rumah, Dul Kenthut segera mandi, kemudian bersantai sambil menunggu waktu buka puasa. Saking capeknya, Dul Kenthut tertidur di depan televisi. Bahkan saat beberapa kerabatnya berkunjung ia tidak terbangun juga.

“Wah, Dul Kenthut kalau tidur pulas banget ya, Pakdhe,” komentar Bill Tengil, kerabatnya yang bertamu.

“Mungkin capek, Le. Lha kerjanya juga usung-usung dan panas-panas,” sahut ayah Dul Kenthut.

Singkat cerita, azan maghrib pun berkumandang. Ibunya segera membangunkan Dul Kenthut. Mereka juga mengajak Bill Tengil dan kerabat yang lain untuk buka puasa. Dul Kenthut yang masih terkantuk-kantuk ikut ke meja makan. Ia menyalami kerabatnya sambil celingak-celinguk mencermati hidangan di meja makan.

“Kolaknya tadi mana, Bu?” tanya Dul Kenthut.

“Kolak apa ta, Le?” tanya ibunya heran.

“Yang tadi… yang dicampur kolang-kaling segala,” gumam Dul Kenthut.

“Ibu ndak buat kolak kok, apalagi pakai kolang-kaling,” sahut ibunya bingung.

“Oalah, tadi ternyata cuma ngimpi, ta,” gumam Dul Kenthut tersadar. Semua yang mendengar seketika ngekek-ngekek geli.