JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Mobil Dinas DPR Dibisniskan

Mobil Dinas DPR Dibisniskan

303
BAGIKAN

Mobil itu disewakan kepada rombongan yang hendak menuju daerah Jeruk Legi, Cilacap, Jawa Tengah.

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA—Kendati sudah ada larangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Dalam Negeri, namun sejumlah pihak masih saja nekat menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran. Bahkan, kendaraan pelat merah itu dibisniskan untuk mengeruk keuntungan.

Salah satu mobil dinas yang terlihat berseliweran di jalan adalah milik Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kendaraan berjenis bus tigaperempat warna biru itu, melintas di jalur selatan Tasikmalaya pada, Minggu (4/8) malam.

Bus tersebut berpelat nomor B 7055 EQ. Pelat nomor depannya berwarna merah, sedangkan pelat belakangnya berwarna merah kehitam-hitaman.

Guntur, salah seorang penumpang bus, mengatakan, bus tersebut biasa dipakai untuk angkutan karyawan Setjen DPR RI dengan rute Kebon Jeruk menuju kompleks Senayan. “Ini mobil karyawan DPR, milik anggota DPR yang tinggal di Meruya,” tutur Guntur.

Dia menjelaskan, rombongan berasal dari Meruya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Rombongan merupakan satu keluarga besar yang bekerja di PT Indah Lestari, Jakarta.

Di daerah Meruya itu, Guntur menjelaskan, tinggal seorang anggota DPR RI. Nah, mobil itu disewakan kepada rombongan yang hendak menuju daerah Jeruk Legi, Cilacap, Jawa Tengah. “Kami menyewanya. Daripada sewa bus yang belum jelas (kondisi mesinnya), mending sewa ini,” kata Guntur. Mengenai harga sewa bus dinas itu, dia tidak menjelaskannya.

Menurut Guntur, bus berangkat dari Jakarta pukul 12.30 WIB. Bus melintas melalui Tol Dalam Kota, lalu Tol Cikampek dan Cipularang. Bus keluar Gerbang Tol Cileunyi pukul 15.30 WIB. “Di tol perjalanan lancar, baru macet di Nagreg dan Lingkar Gentong. Ada buka tutup di sana,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Jenderal DPR RI, Winantuningtyastiti, mengaku tak mengetahui informasi ini. “Saya belum tahu, baru dapat informasi dari Anda,” kata Winantuningtyastiti, dikutip Tempo.co, Senin (5/8). Namun, dia berjanji akan mengecek  informasi ini. Menurutnya, kendaraan dinas tak boleh disewakan.  Tri Hatmodjo