JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Mudik Tahun Ini Boyolali Cukup Lancar

Mudik Tahun Ini Boyolali Cukup Lancar

279
BAGIKAN
ARUS BALIK- Kondisi arus balik yang melalui Boyolali sudah sepi, Selasa (13/8). Puncak arus balik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini. Joglosemar|Ario Bhawono
ARUS BALIK- Kondisi arus balik yang melalui Boyolali sudah sepi, Selasa (13/8). Puncak arus balik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Evaluasi sementara pengamanan arus mudik dan balik Lebaran yang melintasi jalur Boyolali jauh lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Tahun ini selain nyaris tanpa kemacetan, angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan baik jumlah kasus maupun korban jiwa.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatlantas AKP Alil Rinenggo mengungkapkan, catatan tahun ini jauh lebih baik. Kondisi arus mudik dan balik tahun sebelumnya di jalur utama Semarang-Solo yang ada di Boyolali masih terjadi kemacetan dan crowded di banyak titik. “Tahun ini sudah tidak ada macet, kalaupun ada penumpukan-penumpukan paling lama empat jam sudah cair, tahun ini kondisi lalu lintas sangat lancar,” ungkap Kasatlantas, Selasa (13/8).

Kondisi jalur Semarang-Solo yang sudah diperlebar membuat arus lalu lintas arus mudik tahun ini menjadi lancar. Penumpukan kendaraan hanya terjadi di titik-titik penyempitan jalan. Pasalnya, proyek pelebaran jalan Boyolali-Sruwen masih menyisakan beberapa titik penyempitan terutama mendekati jembatan-jembatan.

Kelancaran arus lalu lintas berdampak berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas. Data kecelakaan arus mudik tahun sebelumnya, tercatat terjadi 40 kasus kecelakaan dengan tujuh orang tewas dan sebanyak 45 korban lainnya mengalami luka ringan. Sedangkan sejak Operasi Ketupat Candi digelar tanggal 2 Agustus hingga 13 Agustus ini, data kasus kecelakaan di Satlantas Polres Boyolali mencapai 22 kasus dengan dua orang korban meninggal dan 32 lainnya luka ringan. “Itu pun hanya dua kasus kecelakaan yang di jalur utama, sisanya di jalur alternatif,” kata Kasatlantas.

Sementara itu kondisi arus lalu lintas H+5 Lebaran terlihat sudah mulai sepi kendaraan pemudik yang balik. Puncak arus balik menurut Kasat terjadi pada Minggu (11/8) malam kemarin. Meski demikian pihaknya masih mewaspadan dan mengantisipasi puncak arus mudik kedua, yang diprediksi terjadi tanggal 16-17 Agustus mendatang. “Para pemudik yang sebagian besar adalah pegawai swasta, banyak yang belum kembali, kami perkirakan baru kembali mulai tanggal 16-17 Agustus,” imbuh dia. Ario Bhawono