JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia MUEC, dari Mahasiswa untuk Mahasiswa

MUEC, dari Mahasiswa untuk Mahasiswa

490

Bahasa dalam lisan kita, Dunia dalam genggaman kita”.

MUECDi zaman global ini, kemudahan berkomunikasi dengan bangsa lain semakin terasa. Dengan adanya kesamaan bahasa maka dapat tercipta suatu hubungan yang baik. Bahasa Inggris merupakan salah satu dari sekian bahasa internasional. Hampir di setiap negara menggunakan bahasa ini, sehingga tidak seharusnya diabaikan untuk dipelajari.

MUEC (Muhammadiyah University English Course) merupakan salah satu organisasi semiprofit tingkat universitas di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang bergerak di bidang perkursusan Bahasa Inggris. Organisasi yang telah berdiri puluhan tahun lalu itu tergolong unik karena dikelola sendiri oleh mahasiswa, bahkan pengajar dan muridnya pun berasal dari mahasiswa.

Fitri Indah Pratiwi, Pembina UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) MUEC menjelaskan, bahwa organisasi ini telah berkembang dengan baik karena telah puluhan tahun berdiri.

“Sebagai organisasi yang telah berdiri cukup lama, MUEC memiliki banyak referensi untuk membuat inovasi struktur organisasi serta program kerja dari kepengurusan sebelumnya.” tuturnya.

Menurut Fitri, organisasi ini memilih tekhnik konsultasi sebagai metode pembinaan organisasi. Jika anggota menghadapi kesulitan maka mereka bisa datang kepembina untuk meminta pertimbangan atau sekadar bertukar pikiran tentang permasalahan yang sedang dihadapi. Misalnya ketika menerapkan atau memilih kegiatan yang menarik, menyenangkan dan juga efisien untuk proses pembelajaran atau event-event yang diadakan.

MUEC yang merupakan organisasi sekaligus wadah perkursusan ini, memiliki struktur kepengurusan yang seutuhnya dikerjakan oleh mahasiswa. Sehingga, semua keputusan yang diambil dalam organisasi adalah keputusan forum, termasuk menyeleksi calon pengajar yang akan turun lapangan. Fitrie juga menambahkan, MUEC pernah menerima penawaran untuk menjadi buddy dari mahasiswa internasional yang berasal dari English Speaking Country ketika mereka berkunjung ke UMS. Organisasi semiprofit ini, selain berkonsentrasi pada perkursusan, juga sering mengadakan kegiatan seperti bakti sosial, workshop, seminar, bahkan pengabdian kepada masyarakat.

Tidak hanya mental entrepreneurship dari perkursusan, MUEC adalah tempat bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan. Dari pengalaman membuat acara yang bersifat lokal maupun umum, anggota MUEC belajar menjadi event organizer, negosiator, bahkan promotor yang baik.

Senada dengan Fitri Indah Pratiwi, Siti Arifah, perempuan yang menjabat sebagai Manager of Education ini menyepakati bahwa MUEC tidak sekadar kursus bahasa inggris biasa. MUEC yang telah berdiri 28 tahun lalu itu ternyata juga memiliki visi dan misi yang baik. Mewujudkan tenaga pendidik dan sebuah sistem perkursusan bahasa Inggris yang profesional adalah visinya, dan misinya adalah mencetak bibit-bibit tenaga pendidik profesional yang menjaga etika moral keislaman.

Pada metode pembelajaran, Arifah melanjutkan, MUEC lebih menekankan pada aktivitas learning diselingi juga dengan games supaya mahasiswa tidak bosan dan senang mempelajari bahasa inggris. Selain itu MUEC juga memiliki program kursus privat, pada program itu mahasiswa bebas mengatur jadwal waktu dan tempat dengan pengajarnya. Dengan proses belajar yang mengasyikkan, maka akan semakin memudahkan mahasiswa yang ingin belajar maupun pengajar dalam mengembangkan minat dan bakat tentang kajian “Enterpreneurship” dan “English Language”, serta memberikan keahlian khusus (soft skill) dalam sikap kerja dan etika.

MUEC yang dihadirkan sebagai sebuah lentera dan jembatan bagi para mahasiwa UMS untuk belajar, walaupun masih ada kekurangan, halangan serta rintangan, namun organisasi ini berpendapat : The show must go on.

BAGIKAN
  • dewi

    muec
    go on struggle ;-):-)
    eksis terus yah.

  • ika

    As Long as the Sun shines, there will be MUEC.
    Good Job guys 🙂