JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Muncul Usulan Relokasi Kios Buku Sriwedari

Muncul Usulan Relokasi Kios Buku Sriwedari

298
BAGIKAN

Ketua DPRD: Lokasi Tetap Karena Sudah Jadi Ikon

Walikota ikut padamkan Kebakaran di Toko Buku Sriwedari
Walikota ikut padamkan Kebakaran di Toko Buku Sriwedari beberapa hari yang lalu

KARANGASEM – Meski Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo sudah menegaskan pedagang buku Sriwedari tidak akan dipindahkan, namun anggota Komisi III DPRD Surakarta, Abdullah AA  mengusulkan Pasar Pucangsawit sebagai alternatif lokasi untuk memindahkan mereka yang kiosnya terbakar.

Awalnya, menurut Abdullah, bisa dengan membangun pasar darurat di kawasan itu lebih dulu.   “Pelaku usaha dan Pemkot memang harus duduk bersama, nantinya akan seperti apa. Tapi bisa dipertimbangkan solusi untuk memanfaatkan Pasar Pucangsawit yang sepi pedagang. Saya kira ini momentum yang tepat,” kata Abdullah kepada wartawan, Jumat (2/8).

Apalagi menurutnya, saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru. Banyak pelajar yang butuh  buku pelajaran dan buku pelengkap lainnya yang bisa diperoleh di kios buku Sriwedari. Pemindahan lokasi pasar darurat ke pasar di timur Kota Solo itu sekaligus untuk melihat respons pasar di sana.

Pemindahan bisa dilakukan bertahap dimulai dengan uji coba dulu. Di satu sisi pedagang buku segera mendapat lokasi yang layak. Di sisi lain Pasar Pucangsawit juga akan ramai karena kedatangan pembeli.

“Coba untuk dinegosiasikan kemungkinan pindah ke sana. Tetapi sekaligus dipikirkan untuk pemindahan dan penataan kios buku itu di sana. Jadi tidak perlu membangun baru di lokasi lama. Apalagi tanah Sriwedari itu masih dalam sengketa,” kata dia.

Namun dia menegaskan hal itu tetap harus dengan persetujuan semua pihak. Dengan begitu, program yang dirancang tak akan menimbulkan resistensi di masyarakat.

“Ini sebatas usulan, tetapi tetap harus dengan kesepakatan bersama. Tidak boleh dipaksakan,” tegasnya.

Namun Ketua DPRD YF Sukasno menegaskan, para pedagang buku tersebut tak perlu direlokasi ke tempat lain. Pasalnya, lokasi itu sudah menjadi ikon. Hanya saja, perlu penataan ulang dan penertiban kawasan tersebut.

“Nanti bisa diusulkan dalam APBD Perubahan untuk dibangunkan kembali tempat berjualannya. Tetapi nanti didesain seperti shelter, didesain dengan memunculkan ciri khas tersendiri, ada space untuk membaca. Untuk lokasinya tetap di sana, tak perlu dipindah karena sudah terkenal,” kata dia. * Dini Tri Winaryani