JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Mungkinkah Retinoblastoma Dicegah?

Mungkinkah Retinoblastoma Dicegah?

641
BAGIKAN
Dr Halida Wibawaty, SpM -- Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Islam Surakarta Yarsis.
Dr Halida Wibawaty, SpM — Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Islam Surakarta Yarsis.

Retinoblastoma selama ini memang belum bisa disembuhkan. Namun jika deteksi dini bisa dilakukan maka kemungkinan besar penderita bisa diselamatkan. Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Islam Surakarta Yarsis, Dr Halida Wibawaty, SpM mengungkapkan, Retinoblastoma memang susah untuk diobati. Meski demikian, dampak dari penyakit ini bisa ditekan dengan deteksi dini. Retinoblastoma yang berhasil ditemukan pada stadium awal bisa disembuhkan. Bahkan ada kemungkinan mata masih bisa dipertahankan jika ukuran kanker masih di bawah 0,5 sentimeter. “Akan tetapi bila terlambat di deteksi maka penderita retinoblastoma akan sulit untuk disembuhkan,” ungkapnya.

Tanda-tanda umum retinoblastoma yang mesti diwaspadai adalah mata kemerahan, terjadi peradangan pada mata dan terdapat bintik putih di bagian mata yang berwarna hitam. Bila sudah parah bintik putih tersebut akan membesar dan kemudian akan memantulkan cahaya yang masuk ke mata seperti mata kucing, mata juling serta bola mata menonjol ke luar. Apabila menemui tanda tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter dan lakukan konsultasi agar didapatkan kepastiannya. “Deteksi dini kanker anak akan sangat membantu dalam proses pengobatan dan peluang kesembuhannya,” jelasnya.

Memang ada beberapa penyakit lain yang memiliki ciri dan tanda menyerupai retinoblastoma. Penyakit  tersebut antara lain Persistent Hyperplastic Primary Vitreous (PHPV), Penyakit Coat’s, Toxocara Canis dan Retinopathy of Prematurity (ROP) pada bayi prematur dengan berat badan rendah yang mendapat suplemen oksigen pasca lahir.

Diagnosa retinoblastoma dapat dilakukan dengan anamnesis tentang riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik yang teliti dan bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang yang antara lain pemeriksaan imaging dengan  CT Scan, MRI atau USG.  CT Scan dan MRI dapat menilai kelainan struktur mata dan adanya deposit kalsium (perkapuran). USG dapat menilai tinggi dan tebalnya tumor di dalam mata. “Fungsi Sumsum Tulang (BMP) dapat menentukan adanya penyebaran pada tulang atau otak,” katanya.  Pengobatan retinoblastoma bervariasi di tiap Negara. Prioritas pengobatan ditujukan untuk mencegah kematian, mempertahankan penglihatan yang ada dan meminimalkan komplikasi atau efek samping pengobatan.  Tri Sulistiyani