Musim Mudik, Konsumsi BBM Meningkat 30%

Musim Mudik, Konsumsi BBM Meningkat 30%

262
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Memasuki sepekan menjelang lebaran, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik Kabupaten Sragen mulai merasakan kenaikan omzet. Hingga Jumat (2/8) kemarin, omzet akibat arus mudik mulai meningkat rata-rata sekitar 30 persen dari omzet hari normal.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusda Bengkel Terpadu dan SPBU Pemkab Sragen, Ari Anggoro mengakui meski belum terlalu signifikan, kenaikan jumlah kendaraan yang melintas pada H-7 ini sudah mulai terasa. Diakuinya pula, naiknya intensitas kendaraan berat dan penumpang yang melintasi jalur Ring Road Utara Sragen, membuat omzet penjualan di Perusda SPBU Nglangon naik hingga 30 persen.

“Sudah ada kenaikan volume kendaraan, meski belum begitu banyak. Tapi sudah lumayan, penjualan BBM kami sudah meningkat. Yang biasanya satu hari 30 ton sekarang sudah mencapai 40 ton,” paparnya, Jumat (2/8).

Baca Juga :  Avanza Rombongan Mahasiswa Duel Dengan Bus Gandhos di Sragen, Ini Daftar Korbannya

Konsumsi paling tinggi masih didominasi BBM jenis premium diikuti solar dan pertamax. Kondisi yang sama juga dirasakan di SPBU milik Pemkab lainnya yakni di Pilangsari yang berlokasi di jalur Sragen-Ngawi, tepatnya di Ngrampal. Kenaikan juga sudah terasa meski belum terlalu drastis.

Mengenai antisipasi lonjakan konsumsi mendekati puncak arus mudik, Ari menguraikan pihaknya sudah mulai memperbanyak pemesanan (DO) ke Depo Pertamina. Hingga kemarin, SPBU Nglangon misalnya, sudah memiliki DO sekitar 160 ton yang meliputi 96 ton premium, 56 ton solar, dan 8 ton pertamax. Persediaan itu merupakan pemesanan untuk jangka lima hari hingga Selasa (6/8). Begitu pula stok lima hari berikutnya juga sudah dipesan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kekurangan.

Baca Juga :  Ditinggal Mudik , Rumah dan 2 Kambing Terbakar

“Apalagi instruksi dari Pertamina, selama arus mudik dan balik SPBU harus siap melayani kebutuhan konsumen 24 jam,” terangnya.

Sementara, untuk stok elpiji menjelang lebaran ini juga dipastikan masih aman. Supervisor SPBU Nglangon yang juga melayani pangkalan epliji, Erfan S, menguraikan sejauh ini stok dan pasokan elpiji baik ukuran 3 kg maupun 12 kg masih aman. Ia juga menyatakan harga jual elpiji khususnya 3 kg masih stabil di angka Rp 14.000 sesuai dengan harga yang dipatok dari distributor. Wardoyo

BAGIKAN