JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Obama Masih Ngotot

Obama Masih Ngotot

267

Pada pemaparan bukti tersebut selama 90 menit ini, beberapa anggota Kongres mengaku terkesan dengan bukti baru yang diserahkan. Mereka juga menilai bukti ini amat meyakinkan untuk dilanjutkan pada tindakan militer di Suriah.

Barack Obama - Presiden AS
Barack Obama – Presiden AS

WASHINGTON—Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama masih ngotot mengusahakan upaya militer ke Suriah. Selain terus berusaha keras untuk mempengaruhi negara-negara sekutu mereka untuk mendukung upaya penggunaan kekuatan militer ke Suriah.

Bukti baru yang diserahkan tersebut diajukan oleh Menteri Pertahanan Chuck Hagel, Menteri Luar Negeri John Kery, Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice dan beberapa pejabat tinggi lainnya di Pemerintahan Obama. Bukti itu dipaparkan melalui telekonferensi kepada anggota Kongres AS dari kubu Partai Demokrat dan Partai Republik.

Sebelumnya, pemerintahan Obama berulangkali menegaskan bahwa penggunaan senjata kimia oleh Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad memang terjadi. Serangan senjata kimia itu menewaskan ribuan warga sipil Suriah pekan lalu.

Pada pemaparan bukti tersebut selama 90 menit ini, beberapa anggota Kongres mengaku terkesan dengan bukti baru yang diserahkan. Mereka juga menilai bukti ini amat meyakinkan untuk dilanjutkan pada tindakan militer di Suriah.

Tetapi banyak dari anggota Kongres lainnya, baik itu dari kubu Demokrat atau Republik, yang tidak terlalu tersentuh dengan bukti tersebut.

Salah satu yang menyatakan keberatannya adalah Ketua Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS Carl Levin. Levin yang biasanya menjadi pendukung kuat dari Obama, menyarankan agar Gedung Putih menunggu kerja tim inspeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memeriksa lokasi yang diduga diserang senjata kimia. “Gedung Putih harus mendapatkan dukungan penuh dari dunia internasional untuk melakukan intervensi di Suriah,” ujar Levin, Jumat (30/8).

Inggris Mundur

Masalah yang menghantam Amerika cukup telak adalah mundurnya Inggris. Para anggota Parlemen Inggris menyatakan penolakan mereka terhadap dilancarkannya tindakan militer di Suriah, Kamis (29/8).

Penolakan itu merupakan kekalahan telak bagi Perdana Menteri David Cameron. Pemerintah Inggris kalah hanya 15 suara dari Dewan Perwakilan Rakyat dalam upayanya untuk melancarkan “tindakan kemanusiaan kuat” terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintahan Suriah.

Setelah hasil itu muncul, Cameron membuat pernytaan di depan anggota parlemen. “Saya melihat jelas bahwa Parlemen Inggris, yang mencerminkan pandangan rakyat Inggris, tidak ingin melihat Inggris melancarkan tindakan militer,” kata dia.

“Saya menerima hasil itu, dan pemerintah akan menaatinya,”  katanya. Antara | Reuters | Okezone

BAGIKAN