Ocehan Nazar Order Cikeas

Ocehan Nazar Order Cikeas

378

Nazar sekarang sudah dapat banyak keistimewaan, di antaranya pertama bisa mencalegkan kakak kandung dan sepupu dekatnya di PD dengan nomor urut cantik.

Muhammad Nazaruddin
Muhammad Nazaruddin

JAKARTA—Perseteruan antara Anas Urbaningrum dengan Susilo Bambang Yudhoyono kembali menganga. Kali ini loyalis Anas menyebut ocehan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang menyerang sejumlah pihak di DPR seperti Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto dan Anas Urbaningrum, sebagai pesanan by order.

“Bagi saya tudingan Nazar atas keterlibatan Anas itu ngawur bin ngawur. Ocehan Nazar ini semakin menegaskan kalau nyanyian Nazar sekadar orderan,” ujar loyalis Anas, Ma’mun Murod Al-Barbasy, Minggu (4/8).

Juru bicara Ormas Pergerakan Indonesia (PI), organisasi yang didirikan Anas dan sejumlah loyalisnya ini mengatakan, masyarakat sudah bisa menebak siapa yang mengorder tersebut. Menurut dia, orderan itu dari pihak Cikeas alias lingkaran SBY.

“Siapa lagi kalau bukan orderan Cikeas. Masyarakat awam sekalipun mafhum bahwa Nazar tengah menjadi khodim-nya (pesuruh) dan pelindung bani Cikeas,” tegas pengajar di FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu menjelaskan, bukti-bukti kalau Nazar adalah pesuruh Cikeas sudah jelas terlihat. Tudingan terhadap berbagai pihak adalah upaya untuk mengalihkan pandangan bahwa keluarga Cikeas juga terlibat dalam kasus-kasus korupsi besar.

“Coba saja, Nazar tidak akan pernah bicara soal keterlibatan bani Cikeas dalam beberapa kejahatan korupsi, termasuk proyek Hambalang. Padahal, bukti keterlibatan Ibas dalam kasus Hambalang misalnya, sangat jelas. Dan Nazar tahu itu,” jelas Ma’mun.

Baca Juga :  Museum Keris Terlengkap se-Indonesia, Magnet Baru Wisata Kota Solo

Menyeret kembali Anas dalam kasus ini, bagi alumnus Universias Muhammadiyah Malang tersebut adalah upaya yang terus menerus menjungkalkan mantan ketua umum Partai Demokrat itu. “Semakin membikin terang benderang bagaimana keculasan Cikeas dalam upaya penyingkiran Anas,” tandasnya.

Penasihat hukum Anas, Carrel Ticualu, menambahkan, pihaknya punya bukti kuat bahwa Nazaruddin benar-benar sebagai orderan dari Cikeas. “Menurut saya Nazar itu sekarang sudah dapat banyak keistimewaan, di antaranya pertama bisa mencalegkan kakak kandung dan sepupu dekatnya di PD dengan nomor urut cantik,” ujar Carrel, dikutip Inilah.

Carrel menjelaskan, keluarga Nazar kini semakin banyak bercokol di Demokrat. Carrel yang sebelumnya adalah kader Demokrat mengatakan, kalau Nazar bisa mengendalikan perusahaan-perusahaannya dari dalam Lapas. Itu berarti ada kekuatan yang berada di belakangnya.

“Keistimewaan yang didapatnya, karena sepertinya sudah ada bargain untuk tidak nyebut-nyebut keterlibatan keluarga Cikeas terkait Hambalang dan lain-lain,” jelas Carrel.

Apalagi, lanjut dia, KPK juga sepertinya tidak memanggil lagi Nazar pasca Anas berhenti dari Ketum PD. Dan baru sekarang ini KPK memanggil lagi Nazar. “Memanfaatkan Pileg untuk memberikan panggung lagi kepada Nazar menyerang partai lain yang bisa menguntungkan PD. Fakta inilah yang menunjukkan KPK sudah terkooptasi oleh kekuasaan sebagai bentuk bargain dari beberapa komisioner KPK,” ungkap dia.

Apalagi, sejumlah komisioner seperti Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja sudah kena vonis pelanggaran etika. “Maka sudah seharusnya mereka mundur dari KPK, presiden bisa mendesak mereka mundur, bisa juga presiden minta DPR yang memundurkannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Dalam Sepuluh Tahun, 47 Persen Mata Air di Eks Karesidenan Surakarta Hilang

Carrel juga menyebut penguasa telah menyandera Bambang Widjojanto. Laporan ke Mabes Polri oleh anggota DPR dari F-PDIP Sugianto yang dirugikan MK terkait saksi palsu yang dikondisikan BW di MK yang sampai sekarang kasusnya di Mabes Polri juga tidak jalan.

“Ini semua adalah fakta adanya bargain antara komisioner KPK dengan penguasa untuk tidak lagi menyeret-nyeret keluarga Cikeas. Karena target untuk memundurkan AU dari Ketum PD sudah tercapai, dengan menggunakan tangan KPK men-TSK-kan alias mengkriminalkan AU,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Sekjen DPP Demokrat, Ramadhan Pohan, menuding kubu Anas melakukan fitnah kejam terhadap keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Jelas itu fitnah kejam,” ujar Ramadhan.

Ramadhan mengatakan, fitnah terhadap keluarga Cikeas memang sering terjadi terutama setelah SBY menjadi presiden dan memimpin Partai Demokrat. “Tapi Cikeas tak goyah hanya karena fitnah. Gusti Allah boten sare (Tuhan tidak tidur). Pak SBY, Bu Ani dan keluarga malah dikuatkan Allah SWT terus,” jelas wakil ketua Komisi I DPR tersebut.

Nazaruddin sebelumnya menyebut sejumlah pihak terlibat dalam kasus korupsi triliunan rupiah di DPR. Nama Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambe disebut oleh Nazar terlibat. Selain itu, nama Setya Novanto yang juga Bendum DPP Golkar dan Anas Urbaningrum disebut Nazar terlibat dalam proyek tersebut.  Tri Hatmodjo

BAGIKAN